Feature

Gen Z, Meja Tarot, dan Ruang Refleksi Diri

×

Gen Z, Meja Tarot, dan Ruang Refleksi Diri

Sebarkan artikel ini
Permainan Kartu Tarot di Gramedia Jalma Kota Semarang
Salah satu querent yang mencari jawaban tentang karir lewat kartu tarot, di Gramedia Jalma, Kota Semarang, Kamis malam, 1 Oktober 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Suri mengatakan, pertanyaan tentang asmara menjadi salah satu topik yang paling banyak datang ke meja tarot.

Dia bilang, bentuk hubungan anak muda yang semakin beragam membuat pertanyaan soal pasangan pun ikut berkembang.

“Ada di relationship atau ada yang situationship, dan segala macam itu banyak banget jenisnya,” kata Suri.

BACA JUGA: Bersua dengan Star Denver si Anjing Alaskan Malamute Giant, Selebdog asal Kota Semarang

Selain asmara, Suri berucap, karier dan masa depan menjadi topik lain yang sering pengunjung tanyakan. Querent biasanya ingin mengetahui arah karier, potensi bisnis, pilihan pekerjaan hingga keputusan untuk bertahan atau mengambil jalan baru.

Ada pula yang datang membawa pertanyaan pendidikan, seperti pilihan beasiswa dalam atau luar negeri.

Jadi, Tarot Itu Ramalan atau Bukan?

Pertanyaan tentang masa depan menjadi salah satu alasan orang mengenal tarot. Akan tetapi, bagi Suri, tarot tidak dia tempatkan sebagai alat untuk meramalkan masa depan secara mutlak.

Dia mengatakan, tarot lebih menjadi media atau ruang refleksi diri. Karena itu, pertanyaan dalam sesi tarot sebaiknya tidak berhenti pada kepastian mengenai apa yang akan terjadi.

“Sebetulnya tarot ini hanya untuk refleksi diri, media untuk refleksi diri,” katanya.

BACA JUGA: Potret Seniman Kaligrafi India Gori Yusuf Husen, Wariskan Teknik Klasik ke Penjuru Dunia

Menurut Suri, pertanyaan tersebut kemudian dia rahkan bukan sekadar menjadi ‘apakah saya akan berhasil’. Akan tetapi lebih kepada pertanyaan ‘apa yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut’.

“Daripada bertanya ke depannya aku bakal punya uang Rp1 miliar enggak? biasanya aku geser dengan cara aku tuh upayanya untuk bisa menghasilkan itu apa yang bisa aku lakukan,” katanya.

Dari sana, ucap Suri, pembacaan kartu dia arahkan pada hal-hal yang dapat menjadi upayak maupun harus rela melepaskannya. Termasuk kebiasaan querent yang sebaiknya perlu ada perbaikan.

BACA JUGA: Sentuhan Winika Desiana, Selamatkan Kucing Terlantar hingga Garap Kerajinan Bantal Anabul