Jateng

Geruduk Halaman Kantor Gubernur, Buruh Jawa Tengah Protes Program Tapera: Kebijakan Edan!

×

Geruduk Halaman Kantor Gubernur, Buruh Jawa Tengah Protes Program Tapera: Kebijakan Edan!

Sebarkan artikel ini
Tapera Buruh
Puluhan buruh yang tergabung dalam FSPMI Jawa Tengah menggelar unjuk rasa penolakan program Tapera di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 6 Juni 2024 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Penolakan terhadap potongan gaji untuk Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sebesar 3 persen kini meluas.

Puluhan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Tengah menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 6 Juni 2024 sore.

Pantauan beritajateng.tv, puluhan buruh yang mengenakan seragam dan membawa bendera FSPMI itu tiba di Jalan Pahlawan pukul 15.00 WIB. Dengan membawa mobil milik Partai Buruh, satu per satu buruh yang hadir bergiliran menyampaikan orasi mereka.

Dalam aksi unjuk rasa itu, salah seorang orator buruh perempuan menyebut kebijakan potongan gaji 3 persen untuk Tapera ini merupakan hal yang gila-gilaan.

“Mau tidak mau, Moeldoko bilang ini tidak boleh ditunda. Itu namanya program edan-edanan. Kalau tidak edan, bisa musyawarahkan,” ujar buruh perempuan dalam orasinya.

BACA JUGA: Viral Program Tapera Potong Gaji Pekerja, Ini Simulasi dengan UMR Kota Semarang 2024, Bisa Beli Rumah?

Buruh Jawa Tengah kuliti program Tapera

Perwakilan buruh itu pun tak henti-hentinya menyinggung kebijakan itu sebagai hadiah dari Presiden RI, Joko Widodo, di akhir masa jabatannya.

“Kita bangun pagi, kerja, pulang, berharap ada nilai lebih dari gaji kita. Tapi akhirnya pemerintah akan memberikan ‘gaji terindah’ di ujung jabatan presidennya, dengan adanya Tapera,” ucapnya lantang.

Bahkan, perwakilan buruh perempuan yang melakukan orasi itu meyakini kebijakan potongan gaji untuk Tapera tetap akan berlaku.

“Walaupun kita mogok kerja, demo besar-besaran, karena Tapera itu lahan empuk uang cash yang dari kita, langsung dapat di tangan pemerintahan,” ujarnya.

BACA JUGA: Anggap Gen Z Tak Lagi Butuh Rumah, Pakar Sosial Nilai Program Tapera Hanya Omong Kosong

Sementara itu, perwakilan buruh asal Grobogan, Jawa Tengah, juga turut menyuarakan keresahannya atas Tapera yang begitu mencekik.

Ia menyinggung nihilnya kenaikan gaji yang signifikan setiap tahunnya. Namun, ia menyebut potongan gaji begitu menyiksa. Utamanya untuk pekerja di Jawa Tengah yang tergolong mendapat upah minimum regional (UMR) terkecil di Indonesia.

“Sudah tiga tahun berturut-turut upah tidak mengalami kenaikan yang signifikan, tapi kebutuhan pokok naik 30 persen. Artinya upah naik, kebutuhan naik, dompet tipis, ditipisin lagi,” teriaknya.

Di lain sisi, aksi yang buruh gelar itu berjalan kondusif dengan penjagaan ketat pihak kepolisian. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp