Politik

Gunakan Simbol Bunga dan Buah, KPU Blora Gelar Simulasi Pencoblosan untuk Pilkada 2024

×

Gunakan Simbol Bunga dan Buah, KPU Blora Gelar Simulasi Pencoblosan untuk Pilkada 2024

Sebarkan artikel ini
simulasi pencoblosan
KPU Blora gelar simulasi pencoblosan. (Foto: Heri/beritajateng.tv).

BLORA, beritajateng.tv – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora menggelar simulasi pencoblosan untuk calon Gubernur dan Wakil Gubernur, serta calon Bupati dan Wakil Bupati. Simulasi ini berlangsung di Gedung PKPRI pada Sabtu pagi, 9 November 2024.

Dalam simulasi pencoblosan tersebut, KPU menggunakan simbol untuk surat suara pasangan calon (Paslon) yang mirip dengan pemilihan kepala desa. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pemilih memahami proses pencoblosan.

Pelaksanaan simulasi pencoblosan akan berlangsung hingga larut malam, mirip dengan waktu pencoblosan yang sebenarnya.

BACA JUGA: Jelang Coblosan, Megawati Dikabarkan Bakal Turun ke Jawa Tengah Lagi di Solo, Gegara Ada Jokowi?

Para peserta simulasi terdiri dari warga Kelurahan Jetis, TPS 3, serta petugas KPU adhoc, PPS, dan PPK se-Kabupaten Blora.

Berbeda dengan simulasi pemilu sebelumnya, dalam simulasi pencoblosan Pilkada ini, KPU menggunakan simbol bunga dan buah dengan nomor urut yang besar. Hal ini membuat warga mudah memahami dan mengingat banyak komponen simulasi.

Azizah, salah satu peserta dari masyarakat, mengungkapkan bahwa ia tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti simulasi ini. “Paslonnya lebih mudah diingat daripada Pemilu kemarin,” ujarnya.

BACA JUGA: Coblosan Kurang dari Sebulan, Bawaslu Jateng Ungkap 46 Pelanggaran Terjadi Selama Pilkada 2024

Ketua KPU Blora, Widi Nurintan, menjelaskan bahwa simulasi ini bertujuan untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang mungkin terjadi seperti pada pemilu sebelumnya agar tidak terulang kembali di Pilkada 2024.

Misalnya, kekurangan surat suara pada masing-masing TPS waktu Pemilu kemarin agar tidak terjadi pada Pilkada 2024.

“Kita perkirakan dua menit per warga. Untuk surat suara yang salah coblos atau rusak, warga dapat kesempatan satu kali untuk menukar surat suara tersebut,” jelas Widi.

Adanya simulasi ini, KPU Blora berharap masyarakat dapat lebih siap dan lebih lancar secara teknik. (*).

Editor: Andi Naga Wulan.

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp