SEMARANG, beritajateng.tv – Nasib tragis menimpa Anindita Syafa Nabila Riski. Mahasiswi teknik mesin Universitas Diponegoro (Undip) tersebut meninggal saat mendaki Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng) pada Minggu, 25 Juni 2023.
Saat mengunjungi rumah duka, kerabat tampak menenangkan ibunda almarhum yang berlinang air mata. Salah satu sepupu mendiang Anindita menyebut Anindita telah meminta izin kepada orang tuanya sebelum mendaking ke Gunung Lawu.
“Kan ini habis ujian (Ujian Akhir Semester), terus (mendiang Anindita) pengen naik ke Lawu,” ujar kerabat mendiang Anindita di rumah duka yang beralamat di Graha Sendang Mulyo, KK III/4, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Senin, 26 Juni 2023.
Ia membenarkan bahwa mahasiswi yang tergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Kompas Undip tersebut memiliki riwayat asam lambung dan mudah kelelahan. Tak jarang, saat mengalami kelelahan, Anindita kerap kali pingsan.
“Soalnya orangnya itu (mendiang Anindita) kalau kecapean dikit langsung pingsan gitu. Tapi pas itu waktu kecil,” ucapnya.
Menurut keterangannya, mendiang Anindita telah mengecek kesehatan terlebih dahulu sebelum melakukan pendakian. Terlebih, ia juga membawa obat-obatan saat mendaki.
“Kemarin sempet cek (kesehatan) dan tetep bawa obat. Soalnya itu kan kedinginan. Kalau asam lambung itu kan gitu toh kak, kalau naik jadi rentan,” terangnya.
Mahasiswi Undip yang meninggal saat pendakian tersebut sangat ingin mendaki Gunung Lawu
Meskipun baru menjajal hobi mendaki gunung saat duduk di bangku kuliah, Dewi menuturkan mendiang Anindita sangat ingin mendaki Gunung Lawu. Bahkan itu juga atas sepengetahuan orang tua.
“(Orang tuanya tau?) Tau. Itu sudah keinginannya dari dulu gitu lo. Pengen banget naik ke Lawu,” paparnya.
BACA JUGA: Berselimut Suasana Duka, Mahasiswi Undip yang Meninggal di Gunung Lawu Dimakamkan di Jatingaleh
Terlebih, mendiang Anindita memiliki seorang kakak laki-laki yang juga hobi mendaki gunung. Ia membenarkan kakak beradik ini memiliki hobi yang sama.
“Kakak adik suka naik gunung. Belum tau ya pernah dilarang atau tidak naik gunung. Tetapi kalau naik gunung selalu izin. Soalnya kakaknya, Mas Panji itu kan suka naik gunung,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





