Dalam nomor carom 1 cushion, pemain di tuntut mengarahkan bola sasaran agar bola putih yang dipukul menyentuh sedikitnya satu bantalan meja sebelum mengenai bola sasaran berikutnya.
Ketepatan perhitungan sudut, kontrol bola, dan strategi menjadi bagian penting dalam upaya mengumpulkan poin.
Tuntutan tersebut membuat atlet tidak hanya mengandalkan kemampuan memukul bola. Tetapi juga harus mampu membaca posisi bola dan merancang langkah berikutnya secara cermat.
Setelah memastikan tiket semifinal, Hanarto kini mengalihkan fokus untuk menghadapi atlet asal Kabupaten Kudus pada pertandingan berikutnya.
Ia berharap persiapan yang telah dilakukan dapat membantunya tampil maksimal dalam perebutan tiket menuju partai final.
Hanarto menyadari lawan yang akan ia hadapi memiliki kemampuan yang patut di waspadai. Karena itu, ia akan berusaha menjaga konsentrasi dan mengoptimalkan setiap peluang untuk mengumpulkan poin.
“Besok bersiap melawan Kudus. Semoga bisa menghasilkan hasil yang bagus. Lawan memiliki kewaspadaan dan kemampuan yang cukup baik, sehingga kemungkinan akan memberikan perlawanan. Saya berharap bisa menang,” tuturnya.
Bagi Hanarto, keberhasilan menembus semifinal menjadi kesempatan untuk melangkah lebih jauh sekaligus menjaga peluang meraih medali bagi kontingen Kota Semarang di Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Kini, konsistensi permainan, ketenangan menghadapi tekanan, dan kemampuan membaca strategi lawan menjadi modal penting yang akan ia bawa ke meja pertandingan.
Dengan bekal latihan selama tiga bulan, Hanarto bertekad memaksimalkan kesempatan untuk melanjutkan perjuangannya menuju podium juara. (*)





