SEMARANG, beritajateng.tv – Dokter Tirta ikut menyoroti munculnya kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik. Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik berlebihan dan tetap menjaga kebersihan diri.
Laporan terbaru pada Mei 2026 menyebutkan tiga orang meninggal dunia dan beberapa penumpang lainnya mengalami sakit akibat dugaan paparan hantavirus. Kasus tersebut memicu kekhawatiran karena virus ini umumnya menular dari hewan pengerat dan jarang terjadi penularan antarmanusia.
Melalui unggahan di media sosial, Dokter Tirta menilai masyarakat tidak perlu terlalu heboh selama tetap menjaga higienitas dan sanitasi lingkungan. Ia menegaskan bahwa kebersihan menjadi langkah pencegahan paling dasar untuk menghindari penularan virus tersebut.
“Wong virusnya aja biasanya nongol di tikus. Cara pencegahannya tu basic banget. Ya higienitas alias kebersihan diri. Paham lah ya. ‘Kok bisa sampe kapal pesiar’ ya mungkin pada kemproh kali,” tulis Dokter Tirta.
BACA JUGA: Mendikdasmen Tebarkan Virus Sekolah Sehat dan Sehat Berwawasan Lingkungan di Salatiga
Ia juga mengaku heran hantavirus bisa muncul di kapal pesiar karena virus tersebut lebih sering ditemukan di daerah rural atau wilayah dengan populasi tikus tinggi.
“Penularan antar manusia tu juarang. Harus jarak sangat dekat, ga cukup droplet. Jadi bawa santai aja, yang penting jangan jorok aja,” ujar Dokter Tirta.
Menurutnya, hantavirus lebih mudah menular antarhewan pengerat dibandingkan ke manusia. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan fokus menjaga kebersihan lingkungan maupun diri sendiri.
“Dan intinya stop heboh sendiri. Solusimu cuma: jaga kebersihan diri, jaga sanitasi, dan hindari bepergian ke tempat berisiko,” lanjutnya.
BACA JUGA: Catat! Begini Gejala dan Cara Mencegah Penularan Virus Nipah yang Jadi Sorotan di India
Dokter Tirta juga menyinggung dugaan sumber paparan pada penumpang kapal pesiar tersebut. Ia menyebut dua penumpang dugaan kuat terpapar setelah melihat pembakaran burung di Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
“Itu 2 penumpang pesiarnya kena hanta pas nonton pembakaran burung di Tempat Pembuangan Sampah. Ngopo jal. Selo tenan,” pungkasnya. (*)
Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.
Gabung Channel WhatsApp





