SEMARANG, beritajateng.tv – Warga lingkungan Lonjong, Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang menaruh harapan. Mereka belum mendapatkan kepastian terkait pemindahan makam dusun setempat yang terdampak proyek infrastruktur Jalan Tol Jogja – Bawen.
Proyek pembangunan Jalan Tol Jogja – Bawen Seksi 5, ruas Temanggung – Ambarawa bakal menggusur Tempat Pemakaman Umum (TPU) Wonokendeng, yang berada di lingkungan warga Lonjong, Ngampin, Ambarawa tersebut.
Rencana Penggusuran Sudah Sejak Dua Tahun Lalu
Warga menyebut, sudah dua tahun lebih rencana relokasi (pemindahan) pemakaman umum tersebut bergulir. Akan tetapi, sampai dengan hari ini belum ada titik terang. Baik informasi dari pemerintah daerah maupun PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB).
BACA JUGA: Bukan Surabaya! Ternyata Semarang Punya Tol Tertua di Indonesia dengan Usia 4 Dekade
Hal itu Ketua RW 03 Kelurahan Ngampin, Aldila Nur Afandi sampaikan, Selasa, 22 September 2026. Dia bilang, soal pemindahan makam tersebut, warga sangat berharap segera ada kepastian.
“Lahan untuk relokasi makam pengganti sebenarnya sudah siap. Artinya hanya tinggal menunggu pembayaran,” katanya, Selasa 22 September 2026.
Dua Kali Kerja Memakamkan
Afandi mengatakan, ada dampak soal belum jelasnya relokasi makam warga menuju relokasi yang baru. Saat ini warga yang meninggal masih akan mendapat pemakaman di TPU Wonokendeng.
“Jadinya kan nanti dua kali kerja. Kalai ada pemindahan makam kelak, maka kuburab warga yang baru meninggal dunia harus ada pembongkaran lagi untuk dipindahkan ke lokasi yang baru,” ucapnya.
BACA JUGA: Tol Bawen – Ambarawa Ditarget Operasional Beberapa Bulan Lagi, Ngesti Nugraha Klaim Dampaknya
Aldi mengatakan, TPU Gunungkendeng memiliki luas 3.800-an meter persegi. Jumlah keseluruhan jenazah mencapai 550, dan seluruhnya terdampak oleh pembangunan Jalan Tol Jogja – Bawen.
Pemkab Semarang Sediakan Lahan Seluas 5 Ribu Meter Persegi
Masih terkait rekokasi, lanjutnya, sesuai arahan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang Pemerintah Kelurahan Ngampin diminta untuk mencari lahan pengganti dan sudah siap lahan seluas 5.000 meter persegi.
Lokasinya masih berada di wilayah RW 03 Kelurahan Ngampin, tepatnya di lingkungan RT 03. Jaraknya sekitar 400 meter dari lokasi TPU Wonokendeng yang sekarang.
Karena rencana relokasi makam ini sudah berjalan sejak dua tahun lalu, harapannya pembayaran lahan pengganti tersebut bisa terealisasi.
“Kami harap pemerintah daerah bisa segera merealisasikannya,” katanya.
BACA JUGA: Makam Sutrimo Penjaga Rumah Eks Jampidsus Dijaga Ketat Jelang Ekshumasi, Polda Jateng: Itu Bukti Penting
Terpisah, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Semarang, Zaenal Arifin, mengatakan, ada empat TPU terdampak Tol Jogja – Bawen Seksi 5. Rencananya semuanya akan ada relokasi menuju lahan yang baru.
“Yang terbanyak adalah TPU Dangkel, lingkungan Sumber, Kelurahan Ngampin. Satu TPU ada sekitar 2.300-an jenazah,” ucapnya.
Zaenal mengatakan, proses pemindahan makam masih menunggu titik terang terkait harga pembelian lahan pengganti. Termasuk berapa nilai operasional atau biaya untuk proses pemindahan ribuan makam tersebut.
“Jadi masyarakat dengan kami inventarisasi semua jenazah. Serta komunikasi dengan ahli waris terkait pemindahan makam itu,” katanya. (*)
Editor: Diaz A Abidin





