Jateng

Harga Pangan Naik Jelang Lebaran, Distanak Jateng Bagikan 2 Ton Beras untuk Ratusan Pekerja Informal

×

Harga Pangan Naik Jelang Lebaran, Distanak Jateng Bagikan 2 Ton Beras untuk Ratusan Pekerja Informal

Sebarkan artikel ini
Beras Informal
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menyerahkan bantuan pangan dalam bazar Ramadan dan pasar murah di halaman kantor Distanak Jawa Tengah, Semarang, Jumat, 13 Maret 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Tavares mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

“Di pasar yang kita lengkapi hari ini, baik produk pertanian, perkebunan maupun perikanan,” ujarnya.

Dalam bazar tersebut juga terdapat puluhan stan yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sayur, buah, daging, telur, hingga minyak goreng.

BACA JUGA: Petani Milenial Blora Kembangkan Beras Organik Mentik Susu, Bupati Apresiasi: Nasinya Pulen-Enak

Dalam kegiatan bazar tersebut, Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah juga menghadirkan program penjualan cabai murah melalui pembayaran digital menggunakan QRIS.

Tavares mengatakan masyarakat dapat membeli paket cabai dengan harga sangat terjangkau melalui skema tersebut.

“Maka hari ini juga ada kegiatan penjualan paket dengan harga sangat terjangkau tapi menggunakan QRIS. Itu harganya hanya Rp1.447 per paketnya, tapi menggunakan QRIS supaya masyarakat terbiasa dengan digital payment juga,” jelasnya.

Ia menjelaskan paket tersebut berisi cabai segar maupun cabai kering yang dapat menjadi alternatif bagi masyarakat ketika harga cabai di pasaran mengalami kenaikan. Menurutnya, masa penyimpanan cabai kering bisa lebih lama ketimbang cabai segar yang harus segera olah setelah membelinya.

“Jadi ada cabai basah, cabai kering, seperti itu. Jadi kami mengajari masyarakat bahwa kalau kondisi harga meningkat bisa juga alternatif pakai cabai kering lebih tahan lama. Kalau cabai basah kan hanya satu hari saja harus segera mengolahnya,” pungkas Tavares. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp