SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah membagikan sekitar dua ton beras kepada masyarakat yang bekerja di sektor informal melalui kegiatan bazar Ramadan dan pasar murah di halaman kantor dinas terkait di Kota Semarang, Jumat, 13 Maret 2026.
Bantuan tersebut diberikan kepada sekitar 200 penerima manfaat yang berasal dari sejumlah kelompok masyarakat dengan penghasilan tidak tetap. Masing-masing penerima memperoleh sekitar 10 kilogram beras.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus memastikan ketersediaan pangan di masyarakat.
“Jadi hari ini kami melaksanakan pembagian beras dan juga bazar murah kepada masyarakat, khususnya masyarakat di Ungaran Barat, Ungaran Timur, dan di Banyumanik. Ini tujuan kami supaya ketersediaan pangan itu bisa terjamin oleh masyarakat dan juga harganya terjangkau oleh masyarakat,” ujar Tavares usai menghadiri kegiatan tersebut.
BACA JUGA: Jelang Lebaran Stok Beras di Jateng Ada 365 Ribu Ton, Bulog: Cukup Sampai Enam Bulan
Ia menyebut bantuan beras tersebut diserahkan kepada kelompok masyarakat yang selama ini bekerja di sektor informal.
“Pak Gub akan menyerahkan kurang lebih sekitar 2 ton untuk 200 masyarakat sebagai penerima manfaat. Antara lain adalah penggali kubur, pemulasar jenazah, pengambil sampah, takmir masjid, janda dan juga supeltas atau sukarelawan pembantu lalu lintas,” jelasnya.
Menurut keterangannya, masing-masing penerima mendapatkan sekitar 10 kilogram beras sebagai bantuan menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Jadi itu kelompok masyarakat yang akan menerima masing-masing kurang lebih sekitar 10 kg beras,” kata Tavares.
Bazar Ramadan Hadirkan Ratusan Produk Pangan Murah
Selain pembagian beras, kegiatan tersebut juga semarak dengan adanya bazar Ramadan dan pasar murah yang menghadirkan berbagai produk pangan bagi masyarakat.
Produk yang dijual dalam kegiatan tersebut meliputi komoditas pertanian, perkebunan, hingga perikanan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.





