Gaya Hidup

Hari Ayah Nasional, Psikolog Ingatkan Peran Penting Ayah dalam Pola Asuh Keluarga

×

Hari Ayah Nasional, Psikolog Ingatkan Peran Penting Ayah dalam Pola Asuh Keluarga

Sebarkan artikel ini
peran ayah terhadap anak
Ilustrasi ayah dan anak. (foto: Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Ayah Nasional. Psikolog Klinis RS Elizabeth, Probowatie Tjondronegoro menyatakan pentingnya peran ayah dalam menemani perkembangan dan pertumbuhan anak.

Ia bahkan turut mengampanyekan gerakan stay at home bagi para ayah. Menurutnya, ayah yang tidak bekerja secara formal di kantor-kantor bukanlah hal yang tabu.

“Secara psikologis, sekarang saya memang sudah menggalakkan stay at home, bagaimana bapak-bapak di rumah itu bisa mengasuh anaknya. Karena bapak itu nggak harus bekerja di kantor, jadi anak bisa deket dengan ayahnya,” katanya saat beritajateng.tv hubungi melalui sambungan telepon, Senin 13 November 2023.

Ia menambahkan, banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa anak yang dekat dengan ayahnya maka anak tersebut cenderung lebih berani, kemampuan kognitifnya lebih berkembang, dan lebih tangguh dalam menghadapi dunia.

Meski begitu, Probo tentu tak mengecilkan peran ibu dalam pola asuh anak. Hanya saja, jelas Probo, hubungan anak dan ibu lebih mudah terjalin secara alamiah. Berbeda dengan hubungan anak dan ayah yang membutuhkan pendekatan tersendiri.

BACA JUGA: Hari Ayah, SMPN 39 Semarang Ajak Orang Tua Siswa Peduli dan Cegah Kekerasan Terhadap Anak

“Kalau dengan ibu, maka anak otomatis deket, kalau ayah tidak mau mendekat dengan ayahnya, ayah tidak mau care, dia yang akan rugi sendiri, karena waktu anak besar nanti memorinya tentang ayah itu banyak sekali,” lanjutnya.

Ciptakan anak yang bangga pada sosok ayah

Probo menyebut, tak sedikit anak yang menganggap ayahnya sebagai superheronya. Hal tersebut lantaran berbeda dengan sang ibu, sosok pemimpin keluarga cenderung dapat mendampingi buah hatinya dalam mencoba hal baru.

Menurutnya, ibu cenderung akan melarang anak mencoba aktivitas yang berbahaya. Di sisi lain, sosok bapak lebih sering mengajak anak mengeksplor lingkungan sekitar.

“Secara psikologis, ibu yang mengajarkan etika dan norma. Tapi anak menjadi kuat, anak menjadi berani mengambil keputusan ternyata adalah anak-anak yang deket dengan ayahya,” imbuh Probo.

Istilah cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya tentu bukan tanpa alasan. Meski begitu, Probo tak menampik ayah juga bisa dekat dengan anak laki-laki.

BACA JUGA: Viral Ayah Wakili Anaknya Wisuda di Unisa Yogyakarta

Apalagi bagi para ayah yang bekerja di luar kota. Jarak bukanlah alasan untuk renggangnya hubungan ayah dan anak. Pemimpin rumah tangga harus tetap berinteraksi secara langsung dengan buah hatinya.

“Tetap harus ada ikatan, ada teknologi video call, ada telepon, bisa. Jadi anak itu bangga kepada ayahnya,” pungkasnya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp