“Yang ngatur lalu lintas kalau di Undip sendiri itu satpam Undip, tapi selebihnya itu polisi cepek alias pak ogah. Sempet ada satlantas di arah tol Ngesrep, tapi akhir-akhir ini nggak ada,” ucap Yusuf.
Di sisi lain, sebagai warga asli Tembalang, Yusuf mengaku mulai merasakan kepadatan lalu lintas di Undip sejak lima tahun terakhir. Menurutnya, salah satu alasannya adalah status Undip sebagai PTN-BH (Berbadan Hukum).
BACA JUGA: Tanggapi Polemik Gas Elpiji 3 Kg, Pengamat Undip Soroti Buruknya Sistem Komunikasi Pemerintah
Dengan menjadi PTN-BH, kata Yusuf, Undip bebas mencari pendanaan. Salah satunya dengan memperbanyak kuota mahasiswa baru.
“Sejak PTN-BH, Undip banyak buka jalur Ujian Mandiri (UM) yang mana kelas ekonominya menengah keatas. Sehingga kendaraan yang dibawa banyak mobil. Selain itu, penerimaan mahasiswa Undip juga semakin banyak kuotanya,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





