SEMARANG, beritajateng.tv – Hotel @HOM Simpang Lima Semarang kembali menjadi ruang apresiasi seni dengan menghadirkan pameran lukisan karya seniman Asep Leoka.
Dalam pameran yang bertajuk “Harmoni Dalam Kanvas” ini, Asep menampilkan 21 karya lukis dengan ragam tema, mulai dari ikon kota Semarang hingga kehidupan sehari-hari.
“Tema lukisan cukup beragam, ada ikon seperti Sam Poo Kong, penari budaya, gedung-gedung bersejarah, hingga objek sederhana seperti bunga. Semua berangkat dari keseharian yang dekat dengan masyarakat,” ungkap Asep pada Jumat, 12 September 2025.
Dalam proses kreatifnya, Asep menggabungkan dua teknik utama yakni pisau palet dan pelototan dengan tangan. Keduanya menghasilkan tekstur impasto yang memperkuat karakter tiap lukisan.
“Ada karya yang hanya pakai tangan, ada yang murni pisau palet, dan ada juga yang kombinasi. Teknik impasto ini membuat lukisan lebih berkarakter,” jelasnya.
Dari Lukisan Sam Poo Kong hingga Gedung Marba Kota Lama
Sejumlah ikon Semarang menjadi inspirasi kuat dalam karya-karyanya. Asep mengaku kerap melukis Sam Poo Kong dari berbagai sudut, karena nilai artistik pada bangunan itu sangat kaya. Selain itu, ia juga menuangkan Gereja Blenduk dan Lawang Sewu dalam kanvas.
“Sudut berbeda akan menghasilkan ekspresi berbeda. Bahkan langit dan suasana bisa saya ubah untuk memberi nuansa yang baru,” katanya.
Karya Gereja Blenduk bahkan sudah terjual di Jakarta, sementara lukisan Lawang Sewu sempat dipamerkan di Kendal. Untuk pameran ini, Asep memastikan sebagian besar karya adalah lukisan baru.
Asep ingin mengajak masyarakat lebih dekat dengan seni rupa sekaligus menghargai ikon-ikon budaya dan sejarah Semarang. Lukisannya bukan hanya dokumentasi visual, tetapi juga ekspresi emosional yang lahir dari interaksi dengan ruang dan memori.
Pameran ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun hotel. Public Relations Hotel @HOM Simpang Lima, Dheo Galih, menjelaskan bahwa tujuan acara pameran adalah menghadirkan pengalaman baru bagi tamu hotel.
“Kami ingin hotel ini tidak hanya jadi tempat menginap atau makan, tapi juga ruang untuk menikmati karya seni. Syukur-syukur pengunjung bisa membeli karya yang dipamerkan,” ujar Dheo.
BACA JUGA: Sajian Iftar Nusantara Hotel @HOM Simpang Lima Semarang, Hadirkan Menu Khas Indonesia
Menurutnya, pemilihan karya Asep Leoka karena rekam jejaknya yang sudah mendunia serta pernah dipercaya oleh berbagai public figure hingga instansi pemerintahan. “Ini juga jadi nilai estetika baru yang belum pernah ada sebelumnya di hotel kami,” lanjutnya.
Pameran berlangsung mulai 13 September hingga 14 November 2025, terbuka untuk umum setiap hari selama jam operasional hotel.
Setiap karya yang dipajang sudah dilengkapi dengan harga dan deskripsi, sehingga pengunjung bisa langsung melakukan pembelian melalui pihak hotel.
Lewat pameran ini, Dheo berharap dapat menjadi daya tarik tambahan agar tamu bisa merasakan pengalaman menginap yang lebih berkesan. (*)
Editor: Farah Nazila





