“Ada beberapa PTN yang sudah ada pengajuan perubahan, jadi memang kembali lagi keputusan itu ada di rektor. Apakah rektor mau adanya perubahan itu,” katanya.
Abdul berpendapat, mahasiswa Unnes selama ini umumnya berasal dari sekitar Jateng. Yang mana, tarif IPI terasa tidak masuk akal mengingat Upah Minimum Provinsi (UMP) Jateng yang ada di angka Rp 2 jutaan.
“Unnes yang katanya kampus kerakyatan, tapi hari ini cukup jelas ada upaya komersialisasi yang kampus lakukan,” tutur Abdul.
BEM Unnes sendiri terus menuntut pihak kampus untuk membatalkan atau menurunkan tarif IPI untuk calon mahasiswa baru nantinya. Setelah aksi demo kemarin, mereka tak ragu untuk merencanakan aksi-aksi lainnya hingga Rektor Unnes dan membatalkan tarif IPI. (*)
Editor: Farah Nazila





