Nasional

Hendi Tuangkan Disertasi Dalam Sebuah Buku Berjudul Model Tata Kelola Kota Cerdas Semarang

×

Hendi Tuangkan Disertasi Dalam Sebuah Buku Berjudul Model Tata Kelola Kota Cerdas Semarang

Sebarkan artikel ini
Hendi Tuangkan Disertasi Dalam Sebuah Buku Berjudul Model Tata Kelola Kota Cerdas Semarang
Kepala LKPP RI Hendrar Prihadi (Mas Hendi) menyerahkan buku karyanya yang berjudul Hendi Tuangkan Disertasi Dalam Sebuah Buku Berjudul Model Tata Kelola Kota Cerdas Semarang kepada perwakilan Universitas di Jawa Tengah. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kepala LKPP RI, Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Mas Hendi meluncurkan berjudul ‘Model Tata Kelola Kota Cerdas Semarang’.

Buku tersebut bercerita tentang upaya mantan Walitota Semarang tersebut dalam mengubah Ibu Kota Jawa Tengah yang telah mengalami kemajuan pesat melalui smart city atau kota cerdas.

Buku ini merupakan bagian dari disertasi saat Hendi menempuh pendidikan S3 di Universitas Diponegoro (Undip) tahun 2019 – 2022.

BACA JUGA: Hendi-Sudaryono Beda Tipis, Ini Elektabilitas Tokoh Unggulan Bursa Pilgub Jateng di Survei LKPI April 2024

“Itu disertasi S3 saya, lalu sudah lulus hanya tersimpan di laci mau baca kok tebal sekali. Lalu ketemu Mas Bayu Krisna dan mendorong saya untuk membukukannya agar bisa lebih bermanfaat,” ungkap Hendi usai launching dan bedah buku Model Tata Kelola Kota Cerdas Semarang di Hotel PO Semarang, Senin 13 Mei 2024.

Dalam buku tersebut, Hendi mengatakan, sebuah program dalam pemerintahan harus bisa menghasilkan progres kemajuan.

Namun, yang paling penting adalah substansi tentang cara mengelola sebuah kota yang kemudian pemerintahnya bisa mengetahui keinginan masyarakat.

“Misalnya, jalan rusak ya segera ada perbaikan, mengurus KTP biar cepat sampai. Kita pakai kemajuan teknologi ini sebagai sebuah alat untuk membantu menciptakan kota cerdas,” urainya.

Solusi Pembangunan Kota Cerdas

Dia berharap, buku ini bisa menjawab keresahan suatu wilayah yang hingga hari ini ingin menciptakan sebuah wilayah cerdas. Namun dengan sumber daya dan anggaran yang terbatas.

“Jadi, untuk menjadi kota cerdas ini tidak membutuhkan biaya yang besar. Tidak seperti smart city Singapura yang sampai menghabiskan anggaran puluhan triliun. Tapi kita bergerak bersama ada CSR, APBD, keterlibatan masyarakat dan jadinya Kota Cerdas ala Kota Semarang,” papar Hendi.

Hendi berharap, konsep kota cerdas yang tertuang dalam buku Model Tata Kelola Kota Cerdas Semarang ini bisa terimplementasikan di kota/kabupaten lain di Jawa Tengah.