Parno mengakui, dulunya AKAP Bus Sindoro terbilang sempat merajai di trayek tiga jurusan tersebut. Namun sayangnya, peminatnya kian berkurang drastis hingga saat ini.
Saat ini pun bus tersebut hanya ramai di hari-hari besar saja. Seperti Natal, Lebaran dan tahun baru.
“Konsumen sekarang naik bus pasti pilih-pilih. Berkaitan fasilitas yang kurang bagus, memang saya sudah berusaha imbangi di lapangan tapi nyatanya kurang sebanding,” ucapnya.
BACA JUGA: Soal Larangan Study Tour, Pengawasan Bus Pariwisata Lebih Efektif Cegah Kecelakaan?
Di sisi lain, Parno menyebutkan bahwa pihak manajemen tengah bersiap Bus Sindoro dapat kembali bersaing. Salah satunya dengan menghentikan operasional bus AKAP dan komitmen memperbaiki armada.
“Kita ingin memperbaiki yang baru. Jadinya trayek AKAP Sindoro ditutup total dari nol biar bisa membenahi fasilitasnya,” ucapnya. (*)
Editor: Farah Nazila





