Jateng

Hindari Gangguan Kejiwaan, Sumanto Ajak Masyarakat Lakukan Deteksi Dini

×

Hindari Gangguan Kejiwaan, Sumanto Ajak Masyarakat Lakukan Deteksi Dini

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Jateng, Sumanto. (DPRD Jateng)
Ketua DPRD Jateng, Sumanto saat memberi sambutan dalam Rakor Pencegahan Korupsi di Gedung Merah Putih, Semarang, Kamis, 17 Juli 2025. (DPRD Jateng)

KLATEN, beritajateng.tv – Ketua DPRD Jateng Sumanto meminta masyarakat tak ragu dalam melakukan skrining kesehatan jiwa. Deteksi dini kesehatan jiwa ini sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Terlebih gangguan kejiwaan yang tak tertangani bisa berpengaruh pada kesehatan fisik seseorang.

Ketua DPRD Jateng Sumanto mengungkapkan hal tersebut saat menjadi narasumber acara “Skrining Kesehatan Jiwa Bersama Pimpinan Dewan” di Kabupaten Klaten, belum lama ini.

Menurut Sumanto, skrining kesehatan jiwa bertujuan mencegah berkembangnya masalah atau gangguan jiwa lebih parah. Selain itu, untuk meningkatkan proses pemulihan kesehatan secara menyeluruh. Data mengungkap, depresi, ansietas, dan skizofrenia merupakan 3 gangguan kejiwaan dengan prevalensi tertinggi.

BACA JUGA: HUT ke 80 Kemerdekaan RI, Sumanto Dorong Generasi Muda Jawab Tantangan Zaman

Sementara itu, sebanyak 1,4 persen penduduk usia 15 tahun keatas mengalami depresi, namun hanya 12,7 persen yang berobat. Sedangkan 87,30 persen memilih tak berobat.

“Skrining kesehatan jiwa ini sering masyarakat anggap tabu. Padahal tak jarang banyak orang merasa stres karena situasi dan kondisi yang menekan dari lingkungan rumah, sekolah, hingga tempat kerja. Stres, jika tidak dikelola dengan baik, dapat memicu atau memperburuk gangguan jiwa,” ujarnya.

Ketua DPRD Jateng, Sumanto. (DPRD Jateng)
Ketua DPRD Jateng, Sumanto. (DPRD Jateng)

Ia menambahkan, reaksi seseorang terhadap stres tak selalu negatif. Namun tergantung bagaimana mengelola stres tersebut. Stres juga bisa menyebabkan sakit fisik karena sistem kekebalan tubuh menurun sehingga menjadikan tubuh sulit melawan penyakit.

Sumanto tekankan manajemen stres hindari gangguan kejiwaan

Data terbaru menunjukkan, gangguan jiwa menjadi penyebab ke 2 Years Lived with Disability (YLDs) atau tahun produktif yang hilang karena disabilitas di Indonesia. Secara berurutan, penyebab YLDs adalah gangguan otot dan rangka, gangguan jiwa, penyakit organ indera, gangguan neurologis, dan penyakit tak menular lainnya.

Sumanto mengatakan, skrining kesehatan jiwa kini bisa dengan mudah masyarakat lakukan di Posyandu, layanan kesehatan gratis, hingga cek mandiri melalui aplikasi kesehatan.