SEMARANG, beritajateng.tv – Pernyataan Ibrahim Risyad mendadak viral setelah ia secara terbuka menolak konsep istri hanya berperan sebagai ibu rumah tangga.
Aktor yang akrab publik sapa Ohim tersebut menilai pernikahan harus berjalan seimbang. Pandangan itu ia sampaikan saat membahas kehidupan rumah tangganya bersama Salshabilla Adriani.
Ibrahim Risyad mengaku tidak sanggup melihat pasangannya berhenti berkarya sepenuhnya. Ia merasa situasi tersebut tidak sesuai dengan prinsip hidupnya.
Menurutnya, pasangan suami istri perlu tetap aktif dan berkembang. Sikap tegas itu langsung menyedot perhatian warganet.
“Gue kayaknya enggak bisa deh kalau istri cuma di rumah,” ujar Ohim. Ia menambahkan, “Gue enggak kuat kalau melihat pasangan enggak melakukan apa-apa.” Pernyataan tersebut muncul dalam tayangan YouTube Debi & Marco, Rabu, 7 Januari 2026.
BACA JUGA: Warga Muhammadiyah di Semarang Gelar Shalat Idul Adha 9 Juli 2022
Lebih lanjut, Ibrahim Risyad menjelaskan dirinya tetap ingin memenuhi keinginan sang istri. Namun, ia menilai keputusan berhenti bekerja sepenuhnya terasa kurang masuk akal. Bagi Ohim, keseimbangan peran menjadi fondasi hubungan jangka panjang.
“Sebagai suami pasti gue mau nurutin istri,” ucapnya. Ia melanjutkan, “Cuma menurut gue itu enggak masuk akal.” Kalimat tersebut menegaskan sudut pandangnya terkait dinamika rumah tangga modern.
Ohim juga menyinggung keberadaan asisten rumah tangga. Ia menilai pekerjaan domestik dapat terbantu oleh pihak lain. Oleh sebab itu, menurutnya, alasan berhenti bekerja menjadi kurang relevan.
“Ngurus rumah kan bisa dibantu ART,” kata Ohim. Ia menambahkan, “Jadinya enggak seimbang menurut gue.” Pandangan tersebut mencerminkan cara berpikir praktis sekaligus realistis.
Prinsip Produktif ala Ibrahim Risyad
Ibrahim Risyad menekankan pentingnya usaha pribadi dalam memenuhi keinginan hidup. Ia tidak ingin Salshabilla sepenuhnya bergantung kepadanya. Kemandirian, menurutnya, justru memperkuat hubungan.
“Kalau dia mau sesuatu, ya harus usaha juga,” tutur Ohim. Ia menegaskan, “Bukan cuma nyuruh gue terus.” Ucapan itu menggambarkan komitmen terhadap nilai tanggung jawab bersama.





