Jateng

Imbas Kecelakaan Truk vs Angkot Purworejo, Dishub Jateng Ganti Rambu Gigi Rendah jadi Gigi Satu

×

Imbas Kecelakaan Truk vs Angkot Purworejo, Dishub Jateng Ganti Rambu Gigi Rendah jadi Gigi Satu

Sebarkan artikel ini
Kecelakaan Purworejo
Kepala Dishub Jawa Tengah, Arief Djatmiko, saat dijumpai di kompleks Gubernuran Jawa Tengah, Selasa, 20 Mei 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah berbenah selepas insiden kecelakaan maut yang melibatkan truk dan angkot di Purworejo pada Rabu, 7 Mei 2025 lalu.

Sebelumnya diberitakan, satu unit truk menabrak angkot dan rumah di Purworejo, Jawa Tengah. Sebanyak 11 orang tewas dalam kecelakaan itu.

Kecelakaan terjadi di Jalan Purworejo-Magelang, tepatnya di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Selain 11 orang tewas, 6 korban mengalami luka-luka.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengungkap pengadaan rambu-rambu menjadi langkah utama yang ia lakukan pascakecelakaan. Ia menyoroti minimnya rambu-rambu di lokasi tersebut.

“Beberapa langkah akan kami ambil, tapi yang darurat sekali itu rambu-rambu pada titik lokasi sebelum posisi di atas dan posisi di bawah. Kami sudah pasang rambu-rambu untuk driver lebih berhati-hati,” ungkap Miko saat dijumpai di kompleks Gubernuran Jawa Tengah, Selasa, 20 Mei 2025 sore.

BACA JUGA: Korban Kecelakaan di Purworejo: Guru PAUD Hendak Takziyah

Adapun rambu yang Dinas Perhubungan ganti ialah penggunaan gigi rendah menjadi gigi satu. Alasannya, kata Miko, rambu gigi rendah itu cenderung tak spesifik.

“Kita sudah tidak gunakan [rambu] gigi rendah, tapi gunakan gigi satu gitu. Mungkin di lapangan masih ada yang tertulis gunakan gigi rendah, tapi nanti kita perbarui karena takutnya gigi rendah itu dari 5 ke 4 juga rendah, padahal kalau bawa beban, berat itu,” tutur Miko.

Selain itu, kata Miko, ada pengalihan arus lalu lintas dari arah Magelang maupun Purworejo bagi truk dengan muatan berat untuk menghindari jalan dengan turunan yang tajam.

“Ada pengalihan arus lalu lintas dari arah Magelang atau Purworejo, untuk menghindari geometri jalan yang memang turunan panjang dan posisi di sana geometrinya cukup rawan,” terang dia.

Bakal buat jalur darurat sebagai antisipasi jangka panjang

Langkah jangka panjang yang akan Dinas Perhubungan Jawa Tengah ambil, tutur Miko, ialah berkoordinasi dengan sektor lainnya. Salah satunya ialah membuat jalur darurat.

“Bagaimana tindakan terkait dengan pemasangan jalur pengamanan itu sudah kami diskusikan, mudah-mudahan segera bisa terealisasi,“ pungkas Miko.

Terpisah, Satuan Lalu Lintas Polresta Magelang mengeluarkan imbauan agak truk dengan sumbu tidak tidak melewati jalur Kalijambe.

Dalam keterangan resmi, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Magelang, Kompol Nyi Ayu Fitria Facha, menjelaskan bahwa jalur Kalijambe, yang menghubungkan Magelang dan Purworejo, sering menjadi lokasi kecelakaan.

BACA JUGA: Truk Kecelakaan Maut di Purworejo Tak Berizin, Kemenhub: Akan Ada Sanksi Tegas

“Memang berkali-kali lipat jauhnya. Cuman, karena ada kecelakaan ini [kami] lebih mengutamakan keselamatan,” ucapnya dalam keterangan resmi Rabu, 14 Mei 2025 lalu.

Ayu juga menyarankan agar truk sumbu 3 atau lebih yang menuju Purworejo dapat melalui jalur alternatif Sleman-Kulon Progo-Bagelen.

“Imbauan tersebut sudah kami sampaikan kepada pengusaha angkutan. Sosialisasi melalui media sosial juga sudah kami lakukan,” tambahnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp