SEMARANG, beritajateng.tv – Danau Rawa Pening yang dulunya berwarna biru kini telah bertransformasi menjadi hijau akibat tertutup tanaman eceng gondok.
Ketersediaan air yang berkurang menyebabkan ikan-ikan mati, yang berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan di sekitarnya.
Firman Setiyaji menggambarkan kondisi danau yang ada di dekat tempat tinggalnya di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
“Sekarang kondisinya jauh lebih baik. Permukaan Rawa Pening menjadi bersih dari gulma eceng gondok berkat kesadaran masyarakat yang mulai peduli untuk mengolahnya menjadi karya,” ujarnya.
Sejak tahun 2019, Firman mendirikan usaha bernama Bengok Craft sebagai wadah bagi masyarakat untuk mengolah eceng gondok menjadi aneka kerajinan tangan.
“Bengok Craft lahir untuk tiga tujuan, yakni meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, pengembangan sosial melalui pemberdayaan masyarakat. Serta perlindungan lingkungan untuk melestarikan Rawa Pening dengan mengurangi pertumbuhan eceng gondok,” jelas Firman.
Setelah lima tahun beroperasi, Bengok Craft telah mengalami berbagai tantangan dan keberhasilan. “Pada tahun pertama, kami fokus meningkatkan kapasitas produksi dan melibatkan pengrajin lokal melalui sosialisasi,” tambahnya.
Saat ini, Firman mempekerjakan 20 pegawai yang sebagian besar adalah masyarakat sekitar, termasuk lansia dan ibu-ibu.
Dalam proses pembuatan kerajinan, Firman menggunakan berbagai teknik, seperti anyaman kubu dan palet, serta teknik kepang.
“Kami memadukan teknik-teknik ini untuk menciptakanproduk-produk seperti tas, sandal, gelang, keset, keranjang, dan topi,” terangnya.
Untuk memperkuat usahanya, Firman bergabung dengan Pertamina Usaha Mikro Kecil (UMK) Academy pada tahun 2024.
Sebagai salah satu peserta terpilih dari klaster Regional Jawa Bagian Tengah, Firman mengikuti delapan sesi pelatihan online yang memberikan banyak manfaat dalam pengembangan usaha dan pemasaran produk. “Pelatihan dilakukan secara interaktif, dan kami dapat berkonsultasi langsung jika ada masalah dalam bisnis,” tambahnya.
Dukungan Pertamina untuk Pemberdayaan UMK
Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho, menjelaskan bahwa Pertamina UMK Academy merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan untuk meningkatkan taraf ekonomi pelaku UMK.
“Sebelumnya, peserta terbatas pada pelaku UMK dari Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PPUMK), sekarang terbuka untuk umum dengan proses pendaftaran yang lebih luas,” katanya.
Dengan lebih dari 8.000 pendaftar, sekitar 5.500 peserta terpilih melanjutkan ke tahap pelatihan. “Pelatihan Regional berlangsung dari Juni hingga Agustus, dan tahap nasional dimulai pada September,” jelas Brasto.
Selain pelatihan daring, terdapat pula kegiatan kopi darat untuk mempertemukan peserta dari berbagai wilayah, termasuk Semarang, Yogyakarta, dan Solo.
Dari 133 peserta di Regional Jawa Bagian Tengah, 45 peserta berhasil lolos ke skala nasional, termasuk Bengok Craft, yang berkat keaktifan dan keunggulan usahanya. Peserta yang terpilih akan mengikuti pelatihan lanjutan yang lebih intensif untuk memperkuat kemampuan bisnis mereka.
Dengan inisiatif inovatif ini, Bengok Craft tidak hanya memberdayakan masyarakat tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan, menjadikan contoh nyata bagaimana kreativitas dapat mengubah tantangan menjadi peluang. (*)
Editor: Elly Amaliyah





