Nasional

Iran Buka Peluang, Dua Kapal Pertamina Indonesia Bersiap Lintasi Selat Hormuz

×

Iran Buka Peluang, Dua Kapal Pertamina Indonesia Bersiap Lintasi Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini
Selat Hormuz
Ilustrasi selat Hormuz. Freepik

SEMARANG, beritajateng.tv – Perang yang mengakibatkan adanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah sempat menghambat pelayaran dua kapal milik Indonesia di Selat Hormuz.

Penutupan jalur tersebut dilakukan oleh pemerintah Iran di tengah konflik yang memanas dengan Amerika Serikat dan Israel.

Meski demikian, harapan mulai terbuka. Pemerintah Iran memberikan sinyal positif terkait kemungkinan pelintasan dua kapal milik Pertamina di selat strategis tersebut.

BACA JUGA: Iran Lebih Pilih Turkiye dan Pakistan Jadi Penengah, Hersubeno: Blunder Diplomatik Prabowo Gabung BoP

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa hasil komunikasi intensif antara Kemlu, KBRI Teheran, Pertamina, serta otoritas Iran menunjukkan adanya lampu hijau dari pemerintah setempat.

Menurutnya, Kedutaan Besar Iran di Jakarta telah menyampaikan pertimbangan positif terkait keamanan pelayaran kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz. Upaya koordinasi masih terus dilakukan.

Kemlu RI bersama KBRI Teheran memastikan komunikasi dengan seluruh pihak tetap berjalan guna menjamin keamanan proses pelintasan.

Sementara itu, PT Pertamina International Shipping (PIS) mulai menyiapkan langkah teknis menyusul peluang tersebut.

Dua Kapal Pertamina Indonesia

Dua kapal, Pertamina Pride dan Gamsunoro, saat ini masih berada di wilayah Teluk Arab atau Teluk Persia dalam kondisi aman.

Tersampaikan bahwasannya pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan kesiapan pelayaran.

Ia menegaskan, keselamatan awak kapal serta keamanan muatan menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang menjadi keputusan.

PIS juga menyampaikan apresiasi atas peran aktif Kemlu dalam melakukan komunikasi diplomatik dengan pihak terkait sejak awal munculnya persoalan ini.

BACA JUGA: Rupiah Tembus Rp17 Ribu, Ekonom Undip Prediksi hingga Rp19 Ribu

Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral turut memantau perkembangan situasi. Juru bicara ESDM, Dwi Anggia, menyebut koordinasi lintas kementerian terus berlangsung demi kelancaran pelintasan kapal.

Pemerintah juga mengantisipasi dampak terhadap pasokan energi nasional dengan memperluas sumber impor minyak.