Pendidikan

Jadi Pilot Project GSS, TK Negeri Pedurungan Siap Ciptakan Bibit-bibit Generasi Sehat

×

Jadi Pilot Project GSS, TK Negeri Pedurungan Siap Ciptakan Bibit-bibit Generasi Sehat

Sebarkan artikel ini
GSS, tk negeri pedurungan
Launching Gerakan Sekolah Sehat (GSS) di TK Negeri Pedurungan, Kamis, 11 Juli 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – TK Negeri Pedurungan menjadi pilot project dalam Gerakan Sekolah Sehat (GSS) yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Kepala TK Negeri Pedurungan, Christina Tri Suprihani menjelaskan, sekolahnya mendapat Surat Keputusan (SK) dari Kemendikbudristes sebagai sekolah binaan GSS. Uniknya, TK Negeri Pedurungan merupakan satu-satunya TK yang menyandang sebagai sekolah binaan GSS di Kota Semarang.

“Kalau di Kota Semarang hanya TK Negeri Pedurungan, tugasnya nanti sebagai sekolah binaan harus mengimbaskan ke sekolah lain, PAUD-TK se Kota Semarang,” jelasnya usai launching GSS di TKN Pedurungan, Kamis, 11 Juli 2024.

Christina menerangkan, GSS pertama kali dilaunching oleh Kemendikbudristek pada 2022 dan 2023 lalu. Barulah di tahun 2022 ini, GSS mulai wajib diterapkan ke sekolah binaan.

BACA JUGA: Pengakuan Ortu Siswa SMPN 1 Semarang, Klaim Tak Tahu Piagam Anaknya Palsu: Verifikator Tak Becus!

Nantinya, kata dia, nilai-nilai GSS harus masuk dalam kurikulum sekolah. Sehingga siswa akan memelajari GSS di dalam pembelajaran, baik di intrakulikuler maupun Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

“Launching ini sebagai tanda bahwa Kota Semarang mendukung GSS dari kementerian. Seluruh tamu juga menulis komitmen dukungan program GSS secara nasional,” tutur Christina.

Terapkan 5 nilai GSS secara menyenangkan

Lebih lanjut, Christina mengungkapkan jika terdapat 5 nilai yang menjadi inti dari GSS. Yakni Sehat Bergizi, Sehat Fisik, Sehat Imunisasi, Sehat Jiwa dan Sehat Lingkungan.

“Karena di TK Negeri Pedurungan pembelajarannya menggunakan loose part, jadi anak-anak melakukan kegiatan pembelajaran GGS juga dengan loose part,” katanya.

Loose part sendiri adalah media yang terdiri dari material lepas. Fungsinya, loose part dapat terbentuk sesuai imajinasi anak-anak.

Misalnya Sehat Jiwa. Christina mencontohkan siswa dapat membentuk masjid, gereja, dan sebagainya yang berhubungan dengan kesehatan jiwa dengan menggunakan media loose part.

BACA JUGA: Kota Semarang Mendominasi, 17 Sekolah Raih Penghargaan Adiwiyata Pemprov Jawa Tengah 2024

Begitu juga untuk Sehat Bergizi. Siswa dapat berimajinasi sebebas menggunakan loose part. Seperti membuat cooking class.

“Harapannya sekolah setiap saat menjaga kesehatan, baik kesehatan anak, lingkungan, sehingga pembelajaran di sekolah sehat kita dapat terbentuk dan tercipta generasi-generasi sehat,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp