TEGAL, beritajateng.tv – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY menyiagakan Posko Mudik Klonengan, Kabupaten Tegal, untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 di jalur nasional Pantura menuju jalur selatan Jawa Tengah.
Posko ini berada di titik strategis yang menjadi simpul pertemuan arus kendaraan menuju wilayah selatan, sehingga berperan penting dalam pemantauan lalu lintas saat puncak mudik.
Kabid Preservasi BBPJN Jateng-DIY, Fajar Triawan, menjelaskan posko mudik Klonengan terlengkapi berbagai fasilitas untuk membantu pemudik, termasuk layanan penanganan darurat jika terjadi kendala di jalan.
“Seperti yang kita lihat bersama, kami memberikan beberapa fasilitas. Kemudian juga kami menyediakan DRU (Disaster Relief Unit) untuk kondisi darurat manakala dibutuhkan,” kata Fajar saat kunjungan di Posko Kementerian PU di Klonengan, Kabupaten Tegal pada Kamis, 12 Maret 2026.
BACA JUGA: Usai Badai Angin di Alas Roban, Jalur Nasional Batang-Semarang Kini Siap untuk Arus Mudik
Fajar mengatakan pihaknya juga telah memetakan sejumlah potensi risiko di jalur mudik dan kemacetan tahun ini.
“Terdiri dari 14 titik rawan banjir dan 9 titik rawan longsor. Ada 46 titik rawan kemacetan dan kecelakaan yang tersebar di berbagai ruas jalan nasional di Jawa Tengah,” ungkapnya.
Ia menegaskan, jika terjadi kemacetan atau lonjakan kendaraan di titik pertemuan jalur tersebut, keputusan rekayasa lalu lintas akan kepolisian lakukan melalui asesmen di lapangan.
“Asesmen dari petugas nanti akan berlangsung bersama kepolisian, termasuk kemungkinan pengalihan arus melalui jalan provinsi maupun kabupaten. Itu kewenangan dari Lantas dan kami mendukung apapun hasil asesmennya,” ujarnya.
Wilayah Posko Klonengan Kerap Jadi Titik Pengendalian Lalin Arus Mudik
Kepala Satker PJN 1 Jawa Tengah, M. Sidik Hidayat, mengatakan kawasan Klonengan kerap menjadi salah satu titik pengendalian lalu lintas saat arus mudik, terutama ketika skema one way diterapkan pada jalur utama.
Menurutnya, pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan rekayasa lalu lintas biasanya mulai berlaku dari beberapa titik yang terhubung dengan jalur Pantura hingga jalur selatan.
“Biasanya dari lima tahun ke belakang itu saat puncak arus mudik berlaku one way. Dari exit Pejagan biasanya masih damai. Masuk ke Dermoleng itu biasanya [macet] lanjutnya ke Klonengan ini. Klonengan nanti Bumiayu terus Ajibarang. Itu titik-titik simpul yang biasanya pemberlakuan rekayasa lalu lintas, bisa juga parsial tergantung situasinya,” jelas Sidik.
Ia menjelaskan, penerapan rekayasa lalu lintas nantinya menyesuaikan kondisi di lapangan dan hasil koordinasi dengan kepolisian sebagai pihak yang berwenang mengatur arus kendaraan.
Selain pengaturan lalu lintas, kesiapan infrastruktur jalan juga menjadi perhatian utama menjelang musim mudik. BBPJN memastikan tidak ada lagi pekerjaan konstruksi besar di jalur nasional agar tidak mengganggu perjalanan pemudik.
BACA JUGA: Jelang Mudik Lebaran 2026, BBPJN Pastikan Ruas Jalan Palur-Sragen Bebas Banjir
Namun demikian, perbaikan jalan berskala kecil seperti penambalan lubang dan perawatan rutin tetap berlangsung secara berkala.
“Lubang jalan itu sifatnya berkembang, bisa muncul sewaktu-waktu. Jadi walaupun sudah diperbaiki tetap kami pantau. Penanganannya bisa dengan TCM atau patching, tergantung kondisi di lapangan,” jelas Sidik.
BBPJN juga menyiapkan material Tambal Cepat Mantap (TCM) untuk mengantisipasi kerusakan jalan yang muncul secara tiba-tiba di jalur mudik. Sekitar 400 sak material TCM yang berada di wilayah PPK 1.4 untuk penanganan cepat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Provinsi Jawa Tengah, Agus Yunanto, menambahkan cuaca ekstrem berupa hujan yang masih terjadi setiap hari menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kondisi jalan tetap prima.
“Dengan adanya cuaca ekstrem ini lubang bisa cepat muncul. Tapi kami siap siaga dengan menyiapkan bahan TCM, peralatan dan personel untuk menangani jika muncul lubang baru setelah H-10 Lebaran, karena saat ini di wilayah 1.4 masih hujan hampir setiap hari,” ungkapnya.
Dengan keberadaan posko mudik, kesiapan material perbaikan jalan, serta koordinasi rekayasa lalu lintas, BBPJN Jateng–DIY berharap jalur nasional di wilayah Tegal tetap aman dan lancar pemudik lalui selama periode Lebaran 2026. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





