Feature

Jangan Panik! Begini Cara Cegah dan Atasi Ular Masuk Rumah

×

Jangan Panik! Begini Cara Cegah dan Atasi Ular Masuk Rumah

Sebarkan artikel ini
ular masuk rumah warga
Tim RRS ketika mengevakuasi ular yang masuk ke rumah warga. (Foto: Dok. RRS)

SEMARANG, beritajateng.tv – Berita ular masuk ke rumah warga kerap kali muncul ketika musim hujan. Meski begitu, bukan berarti mustahil ular masuk ke rumah ketika musim kemarau.

Perwira Laksana Satria, ketua Reptile Rescue Semarang (RRS), menyebut musim hujan menjadi periode puncak ia dan tim RRS menerima panggilan dari warga. Hal tersebut lantaran musim hujan merupakan musim menetasnya telur ular.

“Seminggu bisa tiga kali berturut-turut ada panggilan dari warga pas waktu musim hujan itu. Karena musim hujan dibarengi musim tetas telur reptil. Presentase hewan masuk ke rumah jadi lebih tinggi saat musim hujan,” kata Perwira kepada beritajateng.tv, Senin 10 Juli 2023.

BACA JUGA: Marak Kasus Ular Masuk Rumah, Ini Upaya Tim Reptile Rescue Semarang Kepada Masyarakat

Untuk mencegah ular masuk ke rumah warga, Perwira pun membagikan beberapa tips dan cara yang bisa masyarakat terapkan. Mulai dari mengurangi tumpukan barang hingga mengurangi area gelap dan lembab di sekitar rumah.

“Untuk meminimalisir ular masuk rumah, yang pertama otomatis jaga kebersihan. Ular mesti masuk dan suka itu daerah dengan tumpukan-tumpukan dan juga lembab, itu harus dikurangi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Perwira, ular juga bisa masuk ke area rumah warga melalui tanaman merambat. Oleh karenanya, menjaga kondisi rumah agar tetap bersih dan terkena sinar matahari menjadi hal yang harus warga perhatikan.

“Yang terakhir sering mengepel lantai memakai karbol. Kalau pakai wangi-wangian lain kurang efektif, kurang menyengat dan kurang merusak sensor hidung ular,” lanjutnya.

Kenapa hewan reptil seperti ular masuk ke rumah warga?

Perwira menyadari bahwa akhir-akhir ini terjadi lebih banyak kasus hewan reptil memasuki pekarangan warga. Menurutnya, salah satu penyebab meningkatnya presentase hewan reptil memasuki pekarangan warga adalah karena predator hewan reptil di alam liar semakin sedikit. Di sisi lain, sumber makanan mereka kian menipis.

“Predatornya dia mesti diburu, seperti biawak, burung elang, garangan, musang. Akhirnya di alam nggak ada yang makan telur ular, hasilnya ular jadi melimpah padahal habitat mereka semakin sempit juga, mereka masuk itu sebenernya cari makan,” jelas Perwira.

BACA JUGA: Kisah Anggota Tim Reptile Rescue Semarang, Standby 24 Jam Tangkap Ular yang Masuk Rumah

Sementara itu, jika ular sudah telanjur masuk area rumah warga, Perwira menyarankan agar masyarakat melakukan langkah pertama dengan mengusir ular tanpa melakukan kontak fisik. Caranya bisa menggunakan kayu maupun gagang sapu. Hal tersebut guna meminimalisir potensi ular menyerang manusia.

“Jika dirasa ular terlalu besar atau berbahaya, bisa memanggil tim RRS. Kami stand by 24 jam,” tutup Perwira. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp