Jateng

Jawa Tengah Terancam Kena Imbas Tarif Impor Trump, DPMPTSP: 41 Persen Ekspor Nonmigas ke AS

×

Jawa Tengah Terancam Kena Imbas Tarif Impor Trump, DPMPTSP: 41 Persen Ekspor Nonmigas ke AS

Sebarkan artikel ini
Jawa tengah Impor
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, saat dijumpai di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis 10 April 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kebijakan baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal tarif resiprokal atau tarif impor 32 persen untuk Indonesia akan berdampak pada iklim investasi di Jawa Tengah, khususnya di sektor padat karya.

Bukan tanpa alasan, ekspor Jawa Tengah 2024 ke luar negeri didominasi oleh Amerika Serikat sebesar 41,53 persen dengan nilai 4.470 juta dolar AS.

Kemudian diikuti oleh Jepang sebanyak 8,45 persen atau 909 juta dolar AS, dan Republik Rakyat Tiongkok atau China senilai 6,10 persen atau 656 juta dolar AS.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan produk ekspor ke AS meliputi alas kaki atau sepatu hingga garmen dan pakaian jadi, baik itu rajut dan non-rajut.

BACA JUGA: Respons Tarif Impor 32 Persen Donald Trump, Wakil Ketua MPR RI Bambang Pacul: Itu Pertempuran Atas

“Jadi sekitar 41 persen itu ekspornya ke Amerika. Kemudian langsung terjun ke negara lain, dalam hal ini China yang nilainya tidak lebih dari 20%. Artinya kan itu memang dominasi ke Amerika,” ungkap Sakina, Kamis, 10 April 2025.

Meskipun kebijakan perdagangan global itu belum resmi berlaku untuk Indonesia, Sakina meyakini Jawa Tengah tetap akan terdampak nantinya.

Sehingga, tutur Sakina, aktivitas ekspor Jawa Tengah ke AS juga akan terganggu.

“Memang untuk saat ini [Indonesia] belum merasakan [kebijakan tarif impor 32 persen Trump]. Karena kan penentuannya masih baru, kemudian belum pelaksanaan atau masih dalam proses. Tapi kami pastikan itu akan mengganggu. Seberapa mengganggunya, tentu kami harus juga melakukan koordinasi,” imbuh dia.

Jawa Tengah akan perluas pangsa pasar ekspor ke negara lain

Kendati kebijakan Trump yang publik nilai kontroversial itu belum berdampak langsung pada perdagangan luar negeri di Jawa Tengah, pihaknya berupaya agar dampak perang dagang itu dapat terminimalisir.

Adapun salah satu upayanya ialah dengan memperluas pangsa pasar untuk ekspor, tak hanya ke AS saja.

Sakina tengah memitigasi melalui koordinasi dan diskusi dengan para pelaku usaha. Terutama, dengan sektor-sektor padat karya yang mendominasi investasi dan kegiatan industri di Jawa Tengah.

TONTON JUGA: Video Bambang Pacul Tanggapi Tarif Impor AS 32 Persen: Itu Pertempuran Global

“Kalau memang garmen, alas kaki, itu padat karya yang ada di Jawa Tengah, strategi yang kami inginkan sebetulnya adalah pangsa pasar. Tidak hanya Amerika Serikat, tapi terus berkembang ke berbagai negara yang sebetulnya masih menjadi potensi,” papar dia.

Berdasarkan data yang beritajateng.tv terima dari DPMPTSP Jawa Tengah, antara ekspor dan impor 2024 di Jawa Tengah masih surplus pada ekspornya. Sehingga, ekspor di Jawa Tengah lebih tinggi daripada impor.

Secara menyeluruh, total ekspor nonmigas Jawa Tengah pada 2024 menyentuh 10.763 juta dolar AS. Sementara nilai impor nonmigas Jawa Tengah pada 2024 di angka 7.842 juta dolar AS. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp