SEMARANG, beritajateng.tv – Menjelang Idul Adha, mengonsumsi daging kurban seperti daging kambing, sapi maupun domba pastinya sudah kita bayangkan. Namun, ternyata ada efek pada kulit dari mengonsumsi daging kambing.
Bagi siapapun yang sulit menahan diri, maka tak jarang daging kurban dapat mereka santap dalam jumlah berlebih.
Melansir dari Antara, sebaiknya masyarakat perlu memperhatikan asupan daging kurban, terlebih daging kambing karena berkaitan dengan permasalahan kulit.
Dokter spesialis kulit di RSUD Kebayoran Baru dr. Erika Nurhandayani, Sp.DV mengatakan konsumsi daging kambing atau domba tak menyebabkan masalah pada kulit.
Asalkan porsi konsumsi dagingnya tak berlebihan.
“Kalau dagingnya dalam porsi normal tidak (menyebabkan masalah kulit). Untuk dagingnya, asal jumlahnya tidak berlebihan, Insyaallah aman buat kulit,” katanya seperti beritajateng.tv kutip pada Jumat, 14 Juni 2024.
BACA JUGA: Ramai Non Muslim Ikut Berkurban Menjelang Idul Adha, Begini Tanggapan Habib Ja’far
Ia pun menyarankan untuk masyarakat dapat menentukan ukuran porsi yang seimbang.
Caranya yakni dengan memperhatikan kebutuhan gizi tubuh dan rekomendasi asupan harian. Hal tersebut berlaku untuk konsumsi kambing atau domba.
Lebih lanjut, Erika juga mengingatkan bahwa cara memasak daging dengan cara goreng dan dengan tambahan santan dapat memicu masalah kulit. Mengonsumsi santan berlebih juga dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat.
Hal ini karena santa dapat meningkatkan kadar minyak alami pada kulit wajah yang dapat menimbulkan komedo, menyumbat pori-pori kulit hingga memicu munculnya jerawat.
“Biasanya cara memasaknya dengan santan dan bumbu-bumbu lainnya, digoreng-goreng, minyak-minyak, itu salah satu yang memicu masalah kulit,” kata Erika.
Ia juga menambahkan bahwa faktor munculnya permasalahan kulit seperti jerawat ini karena asupan makanan yang tak sesuai.
“Banyak makanan instan yang manis dan indeks glikemik tinggi, salah satu yang memicu jerawat,” kata Erika.
Meskipun daging kambing dapat dimasukkan dalam pola makan yang sehat, tetaplah mengonsumsinya dengan bijak.
BACA JUGA: Sapi dan Kambing juga Moody, Ini Cerita Aziz Dagang Hewan Kurban Puluhan Tahun di Semarang





