Jateng

Jelang Idul Adha, Sumanto Minta Masyarakat Waspada Penjualan Sapi Glonggongan

×

Jelang Idul Adha, Sumanto Minta Masyarakat Waspada Penjualan Sapi Glonggongan

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Jateng Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto (kiri) saat menjadi narasumber dialog dengan tema "Siap Siaga Jelang Idul Adha" di Radio Suara Diponegoro Semarang, belum lama ini. (DPRD Jateng)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menjelang Idul Adha, Ketua DPRD Jateng Sumanto meminta masyarakat waspada dengan penjualan sapi glonggongan sebagai hewan kurban. Sapi glonggongan secara sengaja diberi minum air dalam jumlah banyak. Tujuannya untuk menambah berat badan sapi secara instan serta meningkatkan nilai jual karena terlihat lebih besar atau berat.

Sumanto juga meminta para pedagang hewan tak menjual sapi glonggongan karena menyalahi prinsip-prinsip kurban dalam Islam. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng juga perlu memantau penjualan hewan kurban agar masyarakat mendapatkan ternak berkualitas.

“Dari laporan dinas, sampai sekarang belum ada yang seperti itu. Mudah-mudahan para pedagang sadar karena hewan kurban juga mahkluk Tuhan yang perlu dijaga,” ujarnya saat menjadi narasumber dialog dengan tema “Siap Siaga Jelang Idul Adha” di Radio Suara Diponegoro Semarang, belum lama ini.

BACA JUGA: MK Gratiskan SD-SMP Negeri dan Swasta, Sumanto: Setiap Warga Negara Berhak Peroleh Pendidikan

Sapi glonggongan sendiri memiliki sejumlah ciri-ciri. Yaitu perut sapi membesar tidak normal, dan air keluar dari mulut serta hidung. Usai penyembelihan pun daging akan meneteskan air dan cepat membusuk.

Sumanto meminta proses penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam. Hewan kurban juga harus sehat dan tak mendapatkan siksaan atau terkena penyakit.

Ketua DPRD Jateng Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto (kiri) saat menjadi narasumber dialog dengan tema “Siap Siaga Jelang Idul Adha” di Radio Suara Diponegoro Semarang, belum lama ini. (DPRD Jateng)

“Pemerintah harus memberi edukasi, petugas dari dinas perlu muter mengecek penjualan hewan kurban. Yang penting hewan yang mau warga jadikan kurban sehat,” katanya.

Sumanto sarankan pakai juru sembelih berpengalaman

Terlebih beberapa waktu lalu marak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang banyak menyerang sapi. Menurutnya, panitia kurban juga perlu berkoordinasi dengan pemerintah dan membeli hewan kurban dari sumber yang resmi serta terpercaya.

“Penyembelihan hewan kurban hendaknya juga masyarakat serahkan ke yang berpengalaman. Jangan sampai ada kejadian sapi lepas dan membahayakan seperti tahun-tahun sebelumnya,” papar Sumanto.

Lebih lanjut Sumanto berharap Idul Adha menjadi momentum masyarakat untuk berempati kepada mereka yang kurang berpunya. Selain itu, kurban juga bisa menjadi penggerak ekonomi di masyarakat.

BACA JUGA: Soal Evaluasi Perda Air Tiga Bulan Sekali, Ketua DPRD Jateng Sumanto: Lingkungan-Sampah jadi Prioritas

Ketua Komisi A DPRD Jateng Imam Teguh Purnomo yang juga menjadi narasumber menjelaskan, warga Jawa Tengah banyak yang menjadi peternak. Saat Idul Adha, para peternak ini menjual hewan ternaknya yang selama ini menjadi tabungan mereka.

“Di Desa banyak warga yang pelihara sapi dan kambing. Nanti setelah Idul Adha mereka akan beli hewan ternak yang kecil lagi untuk dibesarkan selama setahun. Nanti mereka jual saat Idul Adha sebagai hewan kurban,” katanya.

Menurutnya, Jateng menjadi salah satu sentra peternak. Stok hewan kurban Jateng juga cukup banyak dan banyak yang peternak jual ke provinsi lain. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp