JAKARTA, beritajateng.tv – Band Coldplay sebentar lagi akan tampil di konser ‘Music of the Spheres World Tour’ Jakarta, namun kehadiran band asal Inggris itu mendapat kontra dari sebagian masyarakat Indonesia.
Demo terhadap band Coldplay ini sempat ramai di sosial media. Bukan tanpa alasan, ternyata beberapa masyarakat memiliki anggapan terhadap band tersebut.
Sebagaimana kita ketahui, Coldplay mengadakan konser perdana di Indonesia ini pada 15 November 2023 mendatang pada pukul 21.00 WIB.
Namun, dua hari menuju hari konser Coldplay, massa Gerakan Nasional Anti-LGBT (Geranati LGBT) melakukan demo menolak konser tersebut. Adapun demo ini berlokasi di depan kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris untuk Indonesia, Jumat (10/11/2023) lalu.
Dalam aksi tunjuk rasa atau demo itu, terdapat dua alasan mengapa para pendemo di kala itu melakukan penolakan terhadap konser tersebut.
BACA JUGA: Harga Pesawat Makin Mahal, Netizen Ramai Jual Tiket Coldplay
Lantas, apa saja alasan yang menjadikan para pendemo menolak kehadiran band dengan vokalis Chris Martin itu? Berikut ulasannya.
2 Alasan demo terhadap Coldplay
1. Para pendemo menganggap Coldplay tak berempati dengan Palestina
Salah satu alasan yang menjadikan para pendemo menolak kedatangan band itu adalah konser mereka yang ada di tengah konflik antara Israel dan para korban di Palestina.
Sebagaimana kita ketahui, sejak 7 Oktober, konflik antara Israel dengan Hamas di Gaza semakin sengit.
Menurut orator, konser yang paling ditunggu-tunggu para pecinta musik di Indonesia ini tidak pantas untuk dilaksanakan. Sebab, hal ini dinilai tidak menunjukkan empati terhadap para korban di Palestina.
“Andai kata konser biasa pun, pada saat ini konser, di Palestina banyak manusia yang terbunuh yang harusnya kita berduka, mengapa mereka harus paksakan untuk berhura-hura,” kata orator.
Tak hanya itu, para pendemo juga menyebut bahwa uang yang para pembeli keluarkan untuk band asal Inggris tersebut seharusnya bisa mereka berikan kepada rakyat Palestina.
2. Para pendemo menganggap Coldplay mengampanyekan LGBT





