Politisi PDI Perjuangan tersebut menjelaskan, Jateng selama ini masih menjadi tujuan utama para pemudik. Data menunjukkan, pada Lebaran tahun ini menurut perkiraan sebanyak 38,71 juta orang bakal mudik ke Jawa Tengah. Provinsi ini menjadi daerah dengan arus mudik tertinggi di Indonesia atau lebih dari 40 persen pemudik menjadikan Jawa Tengah sebagai tujuan utama. Maka, sinergitas antar lembaga menjadi penting untuk memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman.
“Melalui koordinasi yang baik, pengawasan ketat, serta keterlibatan masyarakat, kita berharap masyarakat bisa mudik dan merayakan Idul Fitri dengan damai dan aman,” paparnya.
BACA JUGA: Komite Seni Budaya Nusantara Puji Pentas Wayang Kulit Ketua DPRD Jateng Sumanto
Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kelancaran distribusi pangan. Tujuannya agar tidak terjadi kemacetan maupun penumpukan yang berpotensi memicu kenaikan harga dan inflasi. Ia juga meminta ketersediaan energi seperti elpiji dan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap terjaga di pangkalan maupun SPBU.
“Distribusi pangan harus lancar, jangan sampai ada penumpukan. Harga juga harus terkendali supaya tidak memicu inflasi. Untuk energi seperti elpiji dan BBM, stok harus tersedia di pangkalan dan SPBU,” ujarnya.
Terkait infrastruktur, Luthfi menyebut kondisi jalan provinsi saat ini telah mencapai sekitar 95 persen dalam kondisi baik. Namun, ia meminta bupati dan wali kota segera mengecek kondisi jalan di wilayah masing-masing untuk memastikan kesiapan menghadapi arus mudik.
“Saya minta kepada bupati dan wali kota untuk segera turun ke lapangan dan mengoordinasikan semua pemangku kepentingan. Jika ada kendala segera koordinasikan dengan provinsi,” katanya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





