Jateng

Jengkel Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Pasang Batu Belah dan Pohon Pisang di Tengah Jalan

×

Jengkel Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Pasang Batu Belah dan Pohon Pisang di Tengah Jalan

Sebarkan artikel ini
kerusakan jalan
Kerusakan jalan di Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv — Kesal karena tak kunjung ada perbaikan jalan rusak, warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, melakukan aksi protes dengan menempatkan tumpukan batu belah dan batang pohon pisang di sejumlah titik Jalan PTP Ngobo.

Aksi tersebut warga lakukan di ruas jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Bergas dengan Kecamatan Ungaran Timur.

Beberapa tumpukan batu belah sengaja warga letakkan hingga menutup sebagian badan jalan. Baik di sisi kanan maupun kiri jalan, tepatnya di lingkungan RT 02/RW 01 Desa Wringinputih.

Anton, salah seorang warga setempat, mengatakan langkah itu merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap kondisi jalan yang rusak dan belum mendapatkan perbaikan permanen.

“Warga tidak melarang jalan ini terlalui truk material atau kendaraan lainnya. Yang penting pengusaha juga ikut menjaga kenyamanan warga dan pengguna jalan,” ujarnya, Kamis 11 Juni 2026.

BACA JUGA: DPRD Jateng Kebut Raperda Baru, Bereskan Jalan Rusak Provinsi dan Tumpang Tindih Kewenangan Dinas

Menurut Anton, kerusakan jalan menimbulkan berbagai dampak bagi masyarakat sekitar. Debu dari jalan rusak kerap masuk ke rumah, kios, dan toko di sepanjang ruas jalan tersebut. Bahkan, debu yang menempel di dinding bangunan disebut bisa dikerok karena begitu tebal.

Selain itu, saluran drainase dan got di pinggir jalan yang dibangun secara swadaya oleh warga juga banyak mengalami kerusakan akibat kondisi jalan yang terus memburuk.

“Tujuan penempatan batu belah ini juga untuk melindungi saluran yang ada. Yang utama tentu agar pemerintah daerah dan para pengusaha mengetahui kondisi ini dan segera melakukan perbaikan permanen agar pengguna jalan lebih nyaman,” tegasnya.

Anton menambahkan, kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut juga kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Bahkan, menurutnya, belum lama ini seorang buruh pabrik meninggal dunia setelah terjatuh dari sepeda motor dan terlindas truk di lokasi tersebut.