Pendidikan

Kasus Perundungan Pelajar Terjadi di Blora, Videonya Sempat Viral di Medsos

×

Kasus Perundungan Pelajar Terjadi di Blora, Videonya Sempat Viral di Medsos

Sebarkan artikel ini
Kasus Perundungan Pelajar Blora,
Ilustrasi bullying. (Foto: Pexels/Pixabay)

BLORA, beritajateng.tv – Kasus Perundungan terhadap pelajar SMP juga terjadi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, videonya sempat viral di Media sosial (Medsos).

Pantauan di lapangan, video perundungan tersebut terjadi di salah satu sekolah SMP Negeri di Kecamatan Japah, Kabupaten Blora.

Video unggahan akun Facebook Japah Update pada Kamis malam, kemarin viral dan menggegerkan masyarakat.

Dalam video tersebut tampak seorang siswa berinisial Y sedang duduk di kursi sedang mengantuk. Kemudian sejumlah temannya membangun dia.

Ada yang memegang pundaknya dari belakang dan menariknya kebelakang. Ada pula yang memukul kepalanya sambil berteriak “Hoe tangi opo ora kue ” (bangun apa tidak kamu).

Sukadi, orang tua korban sempat kaget dan marah setelah melihat video tersebut. Ia langsung menghubungi gurunya untuk mengkonfirmasi kejadian tersebut.

“Pertama kali saya emosi, terus saya telpon gurunya. Kemudian gurunya bilang akan memanggil anak anak yang ada di Video itu untuk pengarahan dari sekolah,” ungkap Sukadi, Jumat 23 Februari 2024.

Kemudian oleh pihak sekolah, Sukadi kemudian dipertemukan dengan anak-anak tersebut.

Kronologi Perundungan Pelajar di Blora

“Ada 7 orang yang melakukan pembuly-an, mengeluarkan kata kasar, memukul. Tidak ada luka fisik tapi kan mental anak saya, jadi malas sekolah,” imbuhnya.

Setelah mendapat penjelasan dari gurunya Sukadi akhirnya berdamai dengan ke 7 orang tua pelaku. Dan 7 anak tersebut juga berjanji untuk tidak akan mengulangi lagi.

Terpisah, Kasi SPM Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Dian Ahmad Kindarto membenarkan adanya perundungan terhadap pelajar SMP di Japah.

Dian mengaku mendapatkan laporan adanya video viral di media sosial, pada Kamis 22 Februari 2024 malam kemarin.

“Karena sudah malam, saya langsung gerak cepat menelpon Kepala Sekolahnya. Bahwa peristiwa itu terjadi pada Selasa 20 Februari 2024,” ujar Dian.

Pada waktu itu, kata Dian, ada pelajaran bakat anak. Kemudian sambil menunggu ada guru yang mengajar, Y tertidur di kelas.

Enam orang temannya lalu membangunkanya dengan cara seperti yang ada dalam video. Ada yang menarik pundaknya ke belakang, ada yang memukul kepalanya.

“Kepala sekolah telah memanggil para pihak yang terlibat bersama orang tuanya. Kemudian mereka bersepakat membuat pernyataan untuk tidak mempermasalahkan hal itu, demi anaknya agar kembali sekolah,” jelas Dian.

Untuk mencegah agar tidak ada lagi perundungan, Dinas Pendidikan gerak cepat membentuk satgas bersama Kepolisian setempat. Dinas Sosial P3A untuk menangani dan mengawasi anak anak tersebut.

“Yang terpenting adalah agar anak anak tetap bersekolah. Sore ini langsung kita kumpulkan kembali siswa yang terlibat, dan semua orang tuanya. Kita buat kesepakatan dan penyataan bersama untuk damai, demi anak anak”, tutur Dian. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp