Jateng

Kasus Suspek Campak Melonjak di 5 Kabupaten Jateng, Kudus Tertinggi

×

Kasus Suspek Campak Melonjak di 5 Kabupaten Jateng, Kudus Tertinggi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi orang yang menderita campak
Ilustrasi orang yang menderita campak. (Sumber: [email protected])

SEMARANG,beritajateng.tv – Lonjakan kasus suspek campak terjadi di Jawa Tengah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah menyatakan data kasus suspek campak mencapai 2.188 per Selasa, 7 April 2026.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, terdapat lima kabupaten yang mengalami peningkatan di awal Januari hingga April ini. Antara lain, Kudus 501 kasus, Brebes 202 kasus, Cilacap 119 kasus, Pati 72 kasus, Klaten 54 kasus. 

Dari sejumlah kasus tersebut tercatat, 144 kasus yang telah terkonfirmasi positif campak dan 18 kasus lainnya dinyatakan positif rubella. Adapun angka tersebut melalui pemeriksaan laboratorium. 

BACA JUGA: Suspek Campak Capai 2.188 Kasus, Pemprov Jateng Galakkan Imunisasi

Sebaran positif suspek campak tertinggi berada di Cilacap dengan 21 kasus, Banyumas 20 kasus, Pati 20 kasus serta Klaten 6 kasus campak dan 1 rubella.

Sebagai informasi,  gejala campak sendiri memiliki kemiripan dengan gejala flu seperti demam, lemas, pilek atau hidung tersumbat, batuk kering, diare, muntah, mata merah diikuti berair dan munculnya bercak putih di dalam mulut.

Setelah semua gejala tersebut maka akan muncul ruam merah di tubuh. 

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jateng, Heri Purnomo, mengatakan, rata-rata kasus suspek campak di temukan pada anak-anak. Namun ia mengingatkan bahwa campak juga dapat menyerang individu dewasa.

“Pencegahan paling penting imunisasi, terus kalau sakit pakai masker, isolasi, dan jaga jarak. Juga pola hidup sehat dan makanan yang meningkatkan imunitas,” ujar Heri.

BACA JUGA: Begini Cara Mencegah Tertularnya Penyakit Campak, Salah Satunya Menerapkan Pola Hidup Sehat

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Suminar, mengungkapkan, cakupan vaksinasi campak di Jateng sudah terpenuhi atau terbilang telah menyentuh 100 persen.

“Tapi tahun kemarin, kita bicara (pandemi) Covid, itu kan banyak yang tidak terimunisasi. Dampaknya mungkin sekarang-sekarang ini,” ucapnya pada Selasa, 31 Maret 2026 lalu. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp