SEMARANG, beritajateng.tv – Kompetisi Livoli Divisi Utama 2025 resmi bergulir di GOR Nambo Sport Center, Kota Tangerang. Ritme kompetisi langsung terasa begitu hidup setelah diumumkannya mundurnya satu tim putri.
Tim yang mundur sebelum laga Livoli Divisi Utama 2025 bergulir yakni Electric PLN. Momen ini jadi pembuka yang tak terduga sekaligus menambah intrik awal kompetisi.
Semangat Baru Livoli Divisi Utama 2025
Seharusnya ada 12 tim putri yang berlaga tahun ini, menyamai jumlah tim putra. Namun, keputusan tim Electric PLN untuk mundur membuat jumlah tim putri hanya tersisa 11.
Meski niat Ketua PBVSI memperluas kesempatan bagi klub-klub dari Divisi I, kenyataan di lapangan menunjukkan tantangan administratif yang masih harus dibenahi.
BACA JUGA: Timeline Lengkap Livoli Divisi Utama 2025, Mulai dari Reguler hingga Grand Final
Alasan Mundurnya Electric PLN
Electric PLN tak kunjung mengirimkan daftar pemain hingga batas waktunya. Hal ini menyebabkan mundurnya mereka dari daftar peserta, dan sekaligus memicu potensi sanksi dari PBVSI.
Mundur di menit akhir seperti ini tentu mengganggu persiapan kompetisi, tetapi juga memberi pelajaran penting soal disiplin pengurusan administrasi.
PBVSI meningkatkan jumlah peserta secara bertahap. Pada 2023 lalu hanya ada 8 tim putra dan putri, naik menjadi 10 tim secara berturut-turut. Kinim mencapai target ideal 12 tim, meski untuk putri masih sedikit karena satu tim mundur.
Format Kompetisi
Livoli Divisi Utama 2025 mengusung format yang tak kalah menantang. Tim-tim dibagi ke dalam grup dengan sistem setengah kompetisi alias round-robin.
Di kategori putri, masing-masing berisi enam tim. Namun, karena Electric PLN mundur, Pool EE hanya diisi lima tim, dan aturan tetap sama, dua tim terbaik berhak maju ke babak Final Four. Sementara dua tim terendah akan terdegradasi ke Divisi Satu musim berikutnya.
Tahapan Kompetisi dari Penyisihan hingga Final
Seiring gelombang antusiasme di lapangan, kompetisi melewati tiga fase utama. Babak Reguler 1 dimulai awal-awal September, tepatnya pada 3-8 September untuk putri di Tangerang, kemudian diikuti oleh putra pada 9-14 September.
Setelah itu, babak Reguler 2 bergerak ke Bojonegoro, Jawa Timur, dengan jadwal 17-22 September bagi putri dan 23-28 September bagi kuartet putra.
Perlombaan akan semakin memanas saat babak Final Four di GOR Ki Mageti, Magetan, pada 10-16 Oktober. Dari situ, dua tim terbaik lanjut ke Grand Final pada 18–19 Oktober 2025. Sementara dua tim lainnya bersaing dalam perebutan juara tiga.
Adanya sistem promosi dan degradasi yang ketat, tim yang finish di posisi bawah Divisi Utama (untuk putri posisinya nanti adalah peringkat 10 dan 11) akan turun kasta ke Divisi Satu musim depan. Penekanan ini membuat tiap poin di setiap laga menjadi sangat penting.
Bursa Talenta demi Masa Depan Timnas
Tujuan utama kompetisi ini tak sekedar raih gelar juara, tapi juga sebagai wadah pencarian pemain muda berbakat yang potensial memperkuat Timnas voli Indonesia. Rancangan format pertandingan ini bertujuan agar bakat-bakat daerah mendapat peluang tampil di panggung nasional, bahkan internasional kelak. (*)





