Helly juga menerima informasi bahwa Ivana masih berkomunikasi pada malam setelah menjalani operasi. Namun, pada pagi berikutnya, pihaknya mendapat kabar bahwa atlet tersebut telah meninggal dunia.
Meski demikian, Helly menegaskan dirinya tidak menyaksikan langsung seluruh proses penanganan medis. Karena itu, ia belum dapat memastikan penyebab kematian Ivana maupun menilai apakah terdapat kejanggalan dalam peristiwa tersebut.
“Saya tidak melihat langsung karena tidak menungguinya. Jadi, untuk hal-hal di luar informasi yang saya terima, kami belum bisa memberikan kesimpulan. Kami serahkan kepada aparat kepolisian,” katanya.
KONI Tak Ingin Berspekulasi
KONI Kota Semarang menyatakan mendukung apabila kepolisian melakukan pemeriksaan untuk mengungkap penyebab kematian sang atlet.
Helly berharap hasil pemeriksaan dapat memberikan penjelasan yang terang bagi keluarga dan pihak-pihak terkait.
Ia mengatakan KONI belum menerima informasi resmi mengenai sejauh mana proses pemeriksaan kepolisian telah berjalan. Namun, pihaknya siap menunggu hasil dan menghormati proses yang dilakukan aparat.
“Kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk memeriksa kasus ini dan meminta keterangan pihak-pihak terkait. Kami menunggu hasil pemeriksaan. Sebelum ada penjelasan yang pasti, kami tidak ingin membuat praduga negatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, KONI mendukung langkah pemeriksaan agar keluarga memperoleh kejelasan mengenai penyebab meninggalnya Ayudiah Rivana. Menurutnya, kesimpulan harus berdasarkan pada hasil pemeriksaan, bukan dugaan.
“Kami mendukung jika dilakukan penyelidikan. Biar keluarga juga mendapat penjelasan dan bisa tenang. Apakah ada penyakit bawaan atau penyebab lainnya, kami juga masih menunggu keterangan resmi,” katanya.
Terkait riwayat kesehatan Ayudiah Rivana, Helly mengatakan pihak keluarga tidak pernah melaporkan adanya penyakit bawaan yang almarhum derita.
Dia juga menyebut atlet tersebut telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti kegiatan olahraga.
Menurut Helly, KONI memiliki program pemeriksaan kesehatan berkala bagi atlet. Meski demikian, ia tidak menyimpulkan bahwa pemeriksaan tersebut dapat menjelaskan penyebab kematian Ayudiah Rivana. (*)





