Jateng

Kemenhub Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik, Hindari Tanggal-tanggal Ini Kalau Tak Mau Macet

×

Kemenhub Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik, Hindari Tanggal-tanggal Ini Kalau Tak Mau Macet

Sebarkan artikel ini
Arus Mudik Balik | Tol Semarang Jalan
Ilustrasi jalan tol. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat agar menghindari tanggal-tanggal tertentu agar tak terjebak lalu lintas padat. Pasalnya, pihaknya memprediksi beberapa tanggal sebelum Lebaran 2024 berpotensi menjadi puncak arus mudik maupun arus balik.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun memprediksi puncak mudik nasional terjadi pada Senin 8 April 2024 (H-2 Lebaran). Pada hari itu perkiraan terdapat jumlah 26,2 juta pemudik.

Kemudian, pada Sabtu 6 April 2024 (H-4 Lebaran) sebanyak 23,2 juta pemudik. Lalu, pada Minggu, 7 April 2024 (H-3 Lebaran) sebanyak 23,1 juta pemudik.

BACA JUGA: Daftar Tarif Tol Trans Jawa Saat Arus Mudik Lebaran 2024

“Kami melakukan roadshow ke Jabar, Jateng untuk menyampaikan pesan pemerintah kepada Kapolres, Dandim, dan Kadishub. Hari H kelihatannya 10-11 April. Prediksi puncak [arus mudik] yaitu H-4, H-3, dan H-2; kita anjurkan untuk melakukan perjalanan. Sedangkan untuk pulang [arus balik] sebaiknya dilakukan lebih akhir,” tutur Budi Karya, Selasa, 2 April 2024.

“Liburan anak-anak berlangsung pada 4-16 April. Sehingga, memungkinkan kepulangan lebih awal dan kembalinya lebih akhir, ini juga akan membangkitkan ekonomi di daerah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, prediksi puncak arus balik nasional menurut perkiraan Kemenhub bakal terjadi pada Minggu 14 April 2024 (H+3 Lebaran) dengan jumlah 40,99 juta orang (21,16%).

BACA JUGA: Video Takbir Keliling Diharapkan Tak Ganggu Arus Mudik

“Pada tahun 2024, moda darat masih menjadi fokus transportasi mengingat penggunaan mobil pribadi, bus di jalan tol maupun non-tol masih dominan,” terang Budi Karya.

Menurutnya, sejumlah faktor yang turut memengaruhi kelancaran mudik dan arus balik antara lain sosialisasi kebijakan mudik atau arus balik kepada masyarakat dan aparat, ketersediaan BBM, kesiapan infrastruktur, konektivitas jalan, rest area, dan area buffer zone.

Selain itu, juga penyelenggaraan mudik gratis, pengelolaan daerah rawan kemacetan di daerah wisata, pasar tumpah (khususnya wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur), serta kampanye keselamatan berlalu lintas pun menjadi faktor penting. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp