“Acara hari ini melibatkan 77 industri alat kesehatan dan 21 Industri farmasi. Dan saat ini produk lokal alat kesehatan dan farmasi sudah dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan kita juga sudah ekspor. Sehingga kita sudah tidak ketergantungan impor. Dengan hasil sejak awal 2020 kita sampaikan memang banyak import karena kebutuhan hingga mencapai 88 persen. Sekarang kondisi kita turunkan, kita subtitusi impor dan kita bangun didalam negeri. Sehingga pada tahun ini produk alat kesehatan dan farmasi kita sudah mencapai 48 persen empat kali lipat transaksinya yang awal hanya 12 persen,” jelasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





