HeadlineJatengNews Update

Kepala Desa Banyubiru Beberkan Tips Terapkan Digitalisasi Tanpa Rogoh APBDes

×

Kepala Desa Banyubiru Beberkan Tips Terapkan Digitalisasi Tanpa Rogoh APBDes

Sebarkan artikel ini
Para narasumber Focus Group Discussion (FGD) "Digitalisasi Desa di Kabupaten Semarang" yang digelar di Mr Boy Cafe and Resto, Banyubiru, Kabupaten Semarang. (ardhi/beritajateng.tv)

Dikatakan Vega, Pemkab Semarang terus memperluas jumlah desa yang tersambung internet secara fisik. Setiap tahun Diskominfo Kabupaten Semarang memberikan sambungan internet di 20 desa di 19 kecamatan. Sumber daya manusia (SDM) di desa sendiri perlu berubah agar bisa menerapkan digitalisasi.

“Saya yakin kepala desa di Kecamatan Banyubiru ini bagus-bagus dan punya inovasi. SDM tinggal diarahkan mana yang bisa diarahkan. Apalagi masyarakat masih paternalistik, manut dengan pimpinan,” tandasnya.

Kepala Desa Banyubiru Sri Anggoro Siswaji menjelaskan desanya menerapkan digitalisasi karena sistem digital memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai hal. Desa Banyubiru sendiri sudah lama menjadi percontohan desa digital dan belakangan mendapat predikat desa anti korupsi. Desa Banyubiru kerap menjadi jujugan studi banding dari desa-desa di Indonesia.

“Awalnya justru karena ‘kemalasan’. Masyarakat malah mengurus dokumen dengan bolak-balik datang ke kantor desa, jadi mengapa tidak menerapkan digitalisasi, semua jadi lebih mudah dan bisa diurus di rumah,” kata pria yang akrab disapa Iing tersebut.

Sedikit berbagi tips, dia mengungkapkan kunci sukses digitalisasi adalah masyarakat sedikit ‘dipaksa’. Sebab, selama ini masyarakat sudah banyak menggunakan aplikasi e-commerce untuk tujuan konsumtif.

“Ini yang perlu diubah agar masyarakat menerapkan digitalisasi untuk tujuan yang produktif,” imbuhnya.

Di Desa Banyubiru, digitalisasi diterapkan dengan menggandeng sejumlah universitas dan Corporate Social Responsibility (CSR). Sebab APBDes tak akan mampu mengcover biayanya.

“Untuk membuat aplikasi saja perlu biaya Rp 30 juta dan kami semuanya mendapat gratis karena menggandeng perusahaan yang mengucurkan CSR,” paparnya.

Dia menyambut baik layanan digital dapat diterapkan di desa. Karena, dengan digitalisasi dapat mempermudah akses pelayanan kepada masyarakat mengenai informasi yang dibutuhkan dan mempunyai banyak manfaat, salah satunya di sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).