SEMARANG, beritajateng.tv – Plt Ketua Umum Panser Kepareng Wareng dengan CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, hingga kini masih terus saja berseteru.
Kejadian ini semakin memanas setelah Yoyok Sukawi, yang juga calon Wali Kota Semarang, melaporkan Wareng ke Polrestabes Semarang terkait dugaan ujaran kebencian.
Ketua LBH Petir Jawa Tengah, Zainal Abidin Petir, menyatakan siap mendampingi Wareng dalam menghadapi laporan tersebut.
“Saya akan bela Wareng. Setelah pulang dari Arab Saudi pada 10 November, saya berencana berkomunikasi dengan tim hukum Wareng. Jika diberi izin, saya akan turut menandatangani kuasa pendampingan,” ungkap Petir, beberapa waktu yang lalu.
BACA JUGA: 15 Advokat Siap Dampingi Kepareng Wareng Penuhi Panggilan ke Polrestabes Semarang
Petir mengungkapkan bahwa kontribusi Wareng untuk Panser Biru dan sepak bola Semarang sangat berharga. Baginya, peran suporter sangat penting dalam dunia sepak bola.
“Sepak bola tanpa suporter seperti makan mi ayam tanpa saus, terasa kurang nikmat,” ujarnya.
Sebagai mantan penasihat Panser Biru, Petir merasa terikat secara emosional dengan Wareng.
“Saya pernah mendampingi Panser Biru ketika Wareng menjadi ketua. Wareng tidak boleh merasa sendiri. Saya akan mendukung penuh dalam menghadapi Yoyok Sukawi,” tambahnya.
Sayangkan langkah Yoyok laporkan Wareng
Menurut Petir, langkah Yoyok melaporkan Wareng menunjukkan kurangnya kedewasaan.
“Sebelum lapor polisi, mestinya ada klarifikasi dulu. Selama ini Wareng dan jaringannya sudah banyak mendukung Yoyok, baik untuk PSIS maupun dalam kiprahnya sebagai tokoh publik. Kalau ada masalah, semestinya bisa bicarakan baik-baik,” tegas Petir.
Lebih lanjut, Petir mengkritik kesiapan Yoyok sebagai calon pemimpin yang tidak siap menerima kritik.
BACA JUGA: Video Ratusan Suporter PSIS Kawal Pentolan Panser Biru, Kepareng Wareng ke Polrestabes
“Kalau pemimpin tidak siap dikritik ya jadi tukang macul saja. Beli tanah sawah kemudian bertani, pasti tidak ada yang memaki atau mengkritik. Nyaman pokoke,” sindirnya.





