“Masalah parkir masih sering terjadi karena pengendara tidak mengetahui slot yang tersedia. Kami mencoba menghadirkan solusi yang lebih efisien dan terintegrasi,” ujar tim pengembang.
Prototipe tersebut memanfaatkan kombinasi sensor ultrasonik dan inframerah untuk mendeteksi kendaraan secara otomatis.
Meski masih berupa model skala kecil, teknologi tersebut dproyeksikan penerapannya bisa berpusat di tempat perbelanjaan, perkantoran, hingga lingkungan kampus.
Dalam proses pengembangannya, tim juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu untuk mencari referensi dan mempercepat pembuatan kode program.
“AI membantu mempercepat proses pengembangan. Tetapi tetap perlu analisis dan kreativitas manusia untuk menyempurnakan sistem yang dibuat,” jelas mereka.
Dari 10 karya pameran, tiga proyek terbaik akan dipilih untuk mewakili kampus dalam pameran teknologi bersama BRIN dan berbagai pemangku kepentingan di kawasan PRPP Semarang.
Melalui proyek ini, Binus University Semarang menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi inovator yang mampu menghadirkan solusi teknologi bagi industri dan masyarakat. Sekaligus mendukung terwujudnya konsep Smart City dan Smart Factory di Indonesia. (*)





