BLORA, beritajateng.tv – Keseruan panjat pinang pohon pisang yang di gantung tampak pada tradisi gas deso di Blora.
Jika biasanya panjat pinang menggunakan pohon bambu dan pinang yang tertancap ke tanah.
Hal ini berbeda dengan warga dukuh Gulingan, Desa Tempurejo, Kecamatan/Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini.
Mereka menggelar lomba panjat pinang menggunakan gedebok pisang dengan posisi batang terbalik. Dan menggantung kurang lebih satu meter dari atas tanah.
Lomba panjat pinang dengan tinggi kurang lebih lima meter ini berlangsung tidak seperti pada umumnya.
Kondisi ini tentunya menyulitkan para peserta lomba untuk bisa naik ke atas pohon.
Mereka butuh kerja ekstra untuk meraih hadiah yang di taruh di atas. Para peserta terjatuh dan terus terjatuh lagi.
Selain licin karena di pasangi oli bekas, di bawah ada kubangan lumpur yang jika jatuh tubuh dan wajah mereka belepotan.
Meski cukup sulit, namun tampak keceriaan terpancar dari para peserta lomba.
Lomba keseruan panjat pinang pohon pisang ini rutin berlangsung oleh warga saat acara sedekah bumi di Desa Tempurejo.
Ini merupakan satu-satunya di Blora dan sudah menjadi ikonnya desa tersebut.
“Ini rutin kita gelar setiap gas deso di Desa kami. Ini sudah menjadi tradisi, panjat pinang menggantung. Ini satu satunya di Blora dan sudah menjadi ikonnya desa sini”, terang Didik Susanto ketua panitia, Sabtu 1 Juli 2023.
Dalam lomba panjat pinang ini total hadiah yang di perebutkan mencapai 3 juta pada masing – masing arena.
Selain berupa barang, panitia juga menyiapkan hadiah uang tunai yang di ikat diatas pohon. (*)
Editor : Elly Amaliyah





