Jateng

Khawatir Timbulkan Bau Sampah, Ratusan Warga Tolak TPS3R di Rusunawa Kudu Genuk

×

Khawatir Timbulkan Bau Sampah, Ratusan Warga Tolak TPS3R di Rusunawa Kudu Genuk

Sebarkan artikel ini
Khawatir Timbulkan Bau Sampah, Ratusan Warga Tolak TP3SR di Rusunawa Kudu Genuk
Lokasi pembangunan TP3SR di Rusunawa Kudu, Genuk, Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ratusan warga Rusunawa Kudu blok B menolak pembangunan Tempat Pengolahan Sampah dengan prinsip Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Kembali), dan Recycle (Daur Ulang) atau TPS3R.

Ketua RT 2/RW 8, Blok B, Rusunawa Kudu, Teguh Pamuji mengaku ada lebih dari 100 warga Kudu yang menolak pembangunan TPS3R. Mereka bahkan telah menandatangani surat penolakan.

Menurut dia, warga khawatir jika nantinya di lokasi TPS3R akan menimbulkan bau tak sedap akibat tumpukan sampah.

“Khawatir kalau bau sampah mengganggu warga. Kemudian takut juga berisik. Sebenarnya dari dulu memang TPS terletak di situ. Tapi TPS3R ini kan lebih besar, ada gedungnya. Takut lembab, bau, kemudian berisik saat milah-milah dan ngambil sampahnya,” tutur Teguh.

BACA JUGA: BSI Mandiri Jaya Genuk, Bank Sampah yang Ubah Limbah Jadi Cuan dan Manfaat Lingkungan

Meski demikian, gejolak protes warga telah berhasil diredam Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang.

Pada hari Senin malam, 29 September 2025, DLH Kota Semarang telah melakukan pertemuan dengan warga setempat.

“Dari DLH sudah ngasih sosialisasi ke warga, khususnya Blok B. Karena pembangunan sudah mulai berjalan, makanya tidak dapat memindahkan titik TPS3R,” ungkapnya.

Sebenarnya, lanjut dia, keinginan warga yakni lokasi atau titik pembangunan TP3SR di geser agar tidak terlalu dekat dengan pemukiman.

“Keinginan kami sederhana, hanya ingin titiknya di geser. Namun ternyata sudah mulai pembangunannya. Kami sebagai warga Rusun, yang nota bene milik pemerintah, maka harus nurut,” imbuh dia.

Dalam pertemuan itu, akhirnya memperoleh kesepakatan bahwa warga legowo menerima pembangunan TPS3R, dengan syarat Dinas Lingkungan Hidup menjamin kenyamanan warga.

“DLH sudah janji, siap mengakomodir warga kalau ada keluhan tentang sampah. Kami akan minta pertanggungjawaban mereka kalau ada masalah,” ungkap dia.

Sedikit informasi, TPS3R adalah fasilitas lokal yang berperan penting dalam pengelolaan sampah di tingkat komunitas. Di lokasi TPS3R, warga akan memilah dan mengolah sampah dengan tujuan untuk mengurangi volume sampah sebelum dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Di Kota Semarang, ada beberapa lokasi TPS3R. Salah satu TPS3R yang telah berhasil berjalan yakni, TPS3R Pedalangan.

TPS3R bahkan memiliki fasilitas pemilahan sampah, mesin pres, dan fasilitas pengomposan. Sampah organik diolah menjadi pupuk, dan pakan magot, sedangkan sampah anorganik dipilah untuk dijual. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp