HeadlineNasionalNews Update

Kirab Merah Putih di Semarang, Habib Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan NKRI

×

Kirab Merah Putih di Semarang, Habib Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan NKRI

Sebarkan artikel ini
Kirab Merah Putih di Semarang. /Foto: Ellya

Senada, Plt Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, Kirab Merah Putih sebagai simbol persatuan bangsa. “Ini merupakan rangkaian Haul Habib Hasan bin Thoha bin Yahya yang digelar dengan kirab merah putih dari Balaikota Semarang ke Simpanglima. Tak hanya itu, ada juga penerimaan taruna Akpol baru. Yang pasti perhelatan kali ini lebih meriah karena sebelumnya terkendala pandemi Covid-19, ” ujar perempuan yang akrab disapa Mbak Ita ini.

Ita menyebut jika dalam kegiatan tersebut ada orasi kebangsaan dan doa dari tokoh tokoh agama. “Tadi orasi Habib Luthfi mengajak kita semua untuk terus menjaga NKRI, jangan termakan oleh hoax, jangan termakan oleh isu-isu Radikal. Intinya semua elemen masyarakat punya tanggungjawab untuk ikut menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ” imbuh Ita.

Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dalam orasinya mengatakan makna dibalik acara kirab Merah Putih, yakni tentang kekuatan persatuan bangsa Indonesia.

“Kita duduk bersama, berdiri bersama menunjukkan suatu kekuatan tanpa suara tanpa bicara, inilah Indonesia, jangan coba-coba mengusiknya,” tegas Habib Luthfi.

Sejalan dengan itu, Habib Luthfi juga mengaku kagum dengan strategi Patih Gajahmada dalam membaca sejarah ketika Kerajaan Singosari memukul Kubilay Khan yang menjadi inspirasi muncul Sumpah Palapa.

Semangat nasionalisme dan persatuan kala itu begitu digencarkan. Semangat yang sama juga dikobarkan menuju kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan.

“Mengapa sekarang ini melentur kecintaan kita kepada bangsa dan negara?,” kata Habib Luthfi membakar semangat.

Habib Luthfi melanjutkan orasi dengan menyoroti parahnya hoaks yang bertebaran sehingga mengalihkan perhatian dan kepercayaan masyarakat.

“Bisa saja karena hoak jadi kurang percaya dengan TNInya, kurang percaya dengan polisinya, kurang percaya dengan kiainya,” ujar Habib Luthfi.

Sejalan dengan hal itu, Habib Luthfi pun mengingatkan bahwa pertahanan nasional bukan sebatas kekuatan militer. Lebih dari itu juga pertahanan dalam kekuatan pangan dan ekonomi, “Ketahanan nasional dengan petaninya, nelayannya, dengan ekonominya,”