SEMARANG, beritajateng.tv — Nama Salahuddin Al Ayyubi Pawirodiharjo mencuri perhatian di antara ratusan calon jamaah haji Kloter 22 asal Kabupaten Semarang yang diberangkatkan menuju Asrama Haji Donohudan, Senin, 26 April 2026.
Di usianya yang baru 14 tahun, pelajar kelas VII di SMP Negeri 1 Ungaran ini menjadi calon jamaah haji termuda tahun ini dari Kabupaten Semarang.
Keberangkatan Al Ayyubi bukan tanpa alasan. Ia menggantikan porsi haji sang ayah yang telah meninggal dunia pada 2025. Ibunya, Jazilatul Ulya, mengungkapkan bahwa rencana awalnya adalah berangkat haji bersama suami setelah mendaftar pada 2012. Namun takdir berkata lain.
“Setelah suami saya meninggal, saya berencana mengajak anak saya berangkat menggantikan beliau,” ujarnya.
BACA JUGA: Dampingi Kunker Menteri Wihaji, Mohammad Saleh Tekankan Program MBG 3B Harus Tepat Sasaran
Harapan tersebut sempat tertunda karena usia Al Ayyubi belum memenuhi syarat. Namun, kebijakan baru pemerintah pada November 2025 yang memperbolehkan jamaah berusia minimal 13 tahun berangkat haji membuka jalan bagi mereka.
Bagi Al Ayyubi, kesempatan ini menghadirkan perasaan campur aduk. Ia mengaku senang sekaligus terharu bisa berangkat ke Tanah Suci di usia muda bersama sang ibu.
“Senang, tapi juga deg-degan. Nggak nyangka bisa berangkat haji sekarang,” katanya.
Meski masih berstatus pelajar, Al Ayyubi tetap berusaha bertanggung jawab terhadap pendidikannya. Ia harus meninggalkan sekolah selama kurang lebih dua bulan untuk menjalankan ibadah haji. Sebagai gantinya, pihak sekolah memberikan sejumlah tugas yang harus diselesaikan sebelum keberangkatan.
Ia memastikan seluruh tugas tersebut telah rampung. “Alhamdulillah, semua tugas dari sekolah sudah selesai,” tambahnya.
BACA JUGA: Taj Yasin Lepas Kloter Pertama Haji 2026 dari Embarkasi Solo, Jateng Berangkatkan 34.122 Jemaah
Dukungan juga datang dari sekolah dan teman-temannya, yang memberi semangat agar ia bisa menjalankan ibadah dengan lancar.
Kisah Al Ayyubi menjadi potret harapan sekaligus keteguhan niat seorang remaja dalam menunaikan rukun Islam kelima, menggantikan amanah sang ayah yang telah tiada. (*)





