Gaya Hidup

Kisah Ummu Iffah, Eks Napi Terorisme yang Kini Mengabdi untuk Perdamaian

×

Kisah Ummu Iffah, Eks Napi Terorisme yang Kini Mengabdi untuk Perdamaian

Sebarkan artikel ini
eks napi terorisme
Ummu Iffah eks napiter yang kini mengabdi untuk perdamaian. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

“Di dalam [tahanan] saya [seakan] dipaksa merenung. Membaca ulang Al-Qur’an, belajar dari ulama yang benar, dan mengikuti pembinaan wawasan kebangsaan,” tuturnya.

Ia aktif dalam kegiatan positif di lapas, mengajar mengaji, menjahit, hingga mengikuti pelatihan keterampilan. Proses deradikalisasi juga dilakukan melalui pendampingan berbagai pihak, termasuk BNPT, Kementerian Agama, dan lembaga pendamping sipil.

“Islam itu rahmatan lil alamin, bukan agama yang menghalalkan kebencian dan kekerasan,” katanya, menegaskan perubahan cara pandangnya.

Dukungan Keluarga Jadi Kunci

Di tengah stigma dan tekanan sosial, keluarga menjadi sandaran utama Ummu Iffah. Sang suami, yang berlatar belakang masyarakat umum dan tidak pernah terpapar paham radikal, tetap berdiri di sisinya.

“Suami saya percaya saya orang baik. Itu yang membuat saya kuat,” ungkapnya.

Anak-anaknya pun memberikan dukungan moral, meski sempat shock dengan kasus yang menimpa ibunya. Bahkan, suaminya menjadi penjamin saat Ummu Iffah menjalani program bebas bersyarat.

“Selama kegiatannya positif dan bermanfaat, keluarga mendukung penuh,” katanya.

Bangkit dan Mengabdi Lewat Forpela dan Persadani

Pasca bebas pada Januari 2023, Ummu Iffah tidak berjalan sendiri. Ia langsung didampingi Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani), organisasi yang fokus mendampingi eks napiter agar dapat kembali diterima masyarakat.

“Persadani mendampingi kami sejak hari pertama bebas. Bukan hanya secara sosial, tapi juga psikologis dan ekonomi,” jelasnya.

Kini, Ummu Iffah juga aktif sebagai pengurus Forum Perempuan Lintas Agama (Forpela) Semarang, khususnya di bidang sosial kemasyarakatan. Ia terlibat dalam dialog lintas iman, kegiatan perempuan, hingga kerja-kerja kemanusiaan.

BACA JUGA: Kritik Wacana Pemblokiran Roblox, Pakar Unika: Jangan Hilangkan Hak Anak untuk Main Game

Selain itu, ia menjadi relawan di Pesantren Lansia, mengajar mengaji di TPA, serta menginisiasi distribusi Al-Qur’an gratis ke masjid dan musala yang membutuhkan.

“Prinsip saya sekarang sederhana, saya ingin menjadi manusia yang bermanfaat,” ujarnya.

Memandang Indonesia dengan Kacamata Baru