Kini, di usia hampir 51 tahun, Ummu Iffah memandang Indonesia sebagai rumah bersama yang patut dijaga, bukan dimusuhi.
“Negara ini memberi ruang beragama. Kekurangan pasti ada, tapi bukan alasan untuk melakukan kekerasan,” tegasnya.
Ia berharap kisah hidupnya bisa menjadi pelajaran, terutama bagi generasi muda agar tidak mudah terjebak narasi ekstrem yang menyederhanakan agama dan menormalisasi kekerasan. (*)
Editor: Farah Nazila





