Gaya Hidup

Kisah Ummu Iffah, Eks Napi Terorisme yang Kini Mengabdi untuk Perdamaian

×

Kisah Ummu Iffah, Eks Napi Terorisme yang Kini Mengabdi untuk Perdamaian

Sebarkan artikel ini
eks napi terorisme
Ummu Iffah eks napiter yang kini mengabdi untuk perdamaian. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Nama Mariffah Hasanah pernah tercatat sebagai bagian dari lembar gelap terorisme di Indonesia. Ia yang akrab dengan sapaan Ummu Iffah, merupakan mantan narapidana terorisme (napiter) perempuan yang pernah terjerat kasus jaringan ekstremisme berbasis ideologi kekerasan.

Namun hari ini, kisah hidupnya berubah arah, dari radikalisme menuju rekonsiliasi, dari kebencian menuju pengabdian sosial.

Perjalanan Ummu Iffah bukan kisah singkat. Ia mulai sejak remaja, tumbuh dalam pencarian identitas keislaman, lalu terseret ke pusaran ideologi radikal yang perlahan membentuk cara pandang keras terhadap negara, masyarakat, bahkan sesama umat Islam.

Awal Mula Terpapar Radikalisme

Ketertarikan Ummu Iffah pada wacana politik Islam bermula saat masih duduk di bangku SMK di Lampung pada era 1990-an. Aktivitas Rohani Islam (Rohis), kajian-kajian tertutup, serta bacaan tentang jihad dan Negara Islam menjadi pintu masuk awal.

“Dari NII (Negara Islam Indonesia), lalu Jamaah Islamiyah, sampai akhirnya ke ISIS. Itu perjalanan panjang,” kenangnya kepada beritajateng.tv, di kediamannya belum lama ini.

BACA JUGA: Terorisme Mencuat Lagi di Jawa Tengah Jelang Pilkada, Adakah Hubungannya? Ini Kata Kesbangpol

Doktrin yang ia terima kala itu menanamkan keyakinan bahwa Indonesia adalah negara kafir, Pancasila bertentangan dengan Islam, dan perubahan hanya bisa di tempuh melalui jalan konfrontasi. Dalam fase ini, Ummu Iffah aktif menyebarkan propaganda ekstrem melalui media sosial dan grup Telegram.

Puncaknya terjadi pada 2018, saat kerusuhan Mako Brimob dan kasus penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto pada tahun 2019. Meski tidak terlibat langsung dalam aksi kekerasan, perannya sebagai provokator dan simpatisan jaringan membuatnya ditangkap dan diproses hukum.

Masa Penjara dan Titik Balik Kesadaran

Ummu Iffah ditahan sejak Oktober 2019. Ia menjalani masa penahanan di Polda Metro Jaya hingga dua tahun lebih, lalu dipindahkan ke Lapas Bandung. Isolasi, tekanan psikologis, dan jarak dari keluarga menjadi fase terberat dalam hidupnya.

Namun justru di balik jeruji besi itulah titik balik mulai.