Jateng

Kolaborasi Pemkot Semarang dan KemenPUPR untuk Bangun Proyek SPALD-T Pengelolaan Limbah Terpusat

×

Kolaborasi Pemkot Semarang dan KemenPUPR untuk Bangun Proyek SPALD-T Pengelolaan Limbah Terpusat

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi Pemkot Semarang dan KemenPUPR untuk Bangun Proyek SPALD-T Pengelolaan Limbah Terpusat
Foto bersama Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat audiensi dengan tim Asian Development Bank (ADB) terkait Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) skala perkotaan di Semarang, Selasa (28/5/2024). (Ellya/beritajateng.tv)

Pada tahun 2021, Pemkot telah melengkapi dokumen LARAP, AMDAL, dan DED jalan masuk. Selanjutnya tahun 2022, NA Kelembagaan dan Pembebasan Lahan berhasil diselesaikan.

Kemudian tahun 2023, dilakukan menandatangani Nota Kesepakatan Wali kota Semarang dan Direktur Sanitasi dan mengesahkan Perda Pengelolaan Air Limbah Domestik. Hanya saja, karena ada perubahan jalur, akan ada adendum untuk amdal.

“Nantinya project ini akan selesai secara bertahap dari 2024 sampai 2030,” papar Mbak Ita.

Tak hanya itu, nantinya juga perlu ada beberapa perizinan dan koordinasi dengan beberapa stakeholder karena perpipaan annti akan bersinggungan dengan jalur kereta, jalur gas, dan lain-lain.

Publik Campaign SPALD-T Semarang

“Memang perlu tindak lanjut terkait publik campaign, jadi bagaimana program ini perlu sosialisasi terus menerus. Bahkan tim ADB harus berkolaborasi dengan masyarakat dan Pemkot dari jajaran tertinggi sampai tingkat kelurahan,” sebut dia.

Proyek ini harus terintegrasi, lanjut Mbak Ita, jangan sampai tumpang tindih dalam proses pembangunan pemipaan.

“Ada BBWS yang mau menormalisasi Kali Sringin dan Kali Tenggang. BPJN akan melakukan perbaikan drainase dan jalan. PGN ada jalur gas, KAI ada listrik untuk sinyal. Sehingga, akan bersinggungan. Perlu kolaborasi agar tidak tumpang tindih dan lancar,” paparnya.

Ia bahkan meminta dinas terkait untuk menyiapkan anggaran termasuk perbaikan infrastruktur pasca proyek ini selesai.

“Jangan sampai proyek selesai tapi tidak ada anggaran untuk perbaikan. Ada Bappeda, DPU, DLH, Kominfo, Perkim, termasuk PDAM. PDAM akan jadi operator. Harus ada sinkronisasi,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Kuswara mengatakan, ada 13 kelurahan di empat kecamatan yang akan menjadi lokasi SPALD-T.

Proyek di 4 Kecamatan

Empat kecamatan itu yaitu Semarang Tengah, Semarang Timur, Kecamatan Semarang Selatan, dan Genuk. Sedangkan, lokasi IPAL berada di Banjardowo.