Jateng

Kolam Buaya di Semarang Zoo Kering, Manajemen Datangkan 110 Ribu Liter Air

×

Kolam Buaya di Semarang Zoo Kering, Manajemen Datangkan 110 Ribu Liter Air

Sebarkan artikel ini
Manajemen Semarang Zoo mendatangkan tangki air bersih untuk kebutuhan kolam buaya dan kebutuhan dasar satwa, serta operasional. (Foto: Dok. Semarang Zoo)
Manajemen Semarang Zoo mendatangkan tangki air bersih untuk kebutuhan kolam buaya dan kebutuhan dasar satwa, serta operasional. (Foto: Dok. Semarang Zoo)

Semarang, 26 Oktober 2026 — Manajemen Semarang Zoo menanggapi adanya unggahan di media sosial mengenai kondisi kolam buaya yang terlihat kering.

Direktur PT Taman Satwa Semarang atau Semarang Zoo, Bimo Wahyu Widodo mengatakan, kondisi tersebut terjadi saat musim kemarau ini, yang menyusul terbatasnya ketersediaan air.

Kondisi ini, kata dia, membuat air danau di Semarang Zoo yang surut drastis.

“Padahal danau tersebut selama ini menjadi salah satu sumber utama pengairan untuk berbagai kegiatan operasional dan konservasi,” katanya melalui keterangan tertulis, Kamis, 29 Oktober 2026.

BACA JUGA: Jangan Sampai Anak Cucu Cuma Lihat Foto, Semarang Zoo Soroti Nasib Gajah Sumatera

Bimo bilang, peristiwa danau yang surut hingga sedemikian rupa ini menjadi kali pertama di lingkungan Semarang Zoo.

Kendati demikian,dia memastikan seluruh satwa buaya saat ini berada dalam kondisi terpantau dan dalam keadaan sehat.

Bimo berkata, manajemen Semarang Zoo telah melakukan berbagai langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan air. Di mana tak hanya menyasar pada kolam buaya.

“Juga penambahan pasokan air di kandang satwa lainnya. Tkandang orangutan, dengan melibatkan dukungan dari instansi terkait,” katanya.

BACA JUGA: Efisiensi Anggaran Bikin Perawatan Satwa Tak Maksimal, Pemkot Buka Opsi Gandeng Pihak Ketiga Kelola Semarang Zoo

Penyaluran 110 Ribu Liter Air

Bimo mengatakan, upaya pengisian air telah berjalan secara bertahap, mulai pada 22 Oktober 2026. Di antaranya melalui Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda Air Minum) Tirto Moedal sebanyak lima tangki air.

Selanjutnya, pada 23 Oktober 2026, pengisian kembali berjalan melalui bantuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) sebanyak delapan tangki air.

Upaya tersebut kembali berlanjut pada 26 Oktober 2026 dengan dukungan satu tangki air dari Perumda Air Minum Tirto Moedal dan delapan tangki air dari Disperkim.

BACA JUGA: Kabar Gembira! Tiket Masuk Semarang Zoo Gratis untuk Pelajar, Berlaku Mulai 22 Juni 2026

Setiap tangki memiliki kapasitas 5 ribu liter air. Artinya, total air yang sudah masuk di Semarang Zoo selama periode tersebut mencapai 22 tangki atau setara dengan 110 ribu liter air.

“Terimakasih kepada PDAM Tirto Moedal serta Disperkim Semarang dukungan dan kerja sama dalam membantu memenuhi kebutuhan air di area konservasi,” ucap Bimo.

Dia bilang, langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Semarang Zoo untuk terus menjaga kesejahteraan satwa, dalam memenuhi kebutuhan dasar satwa sesuai dengan kondisi yang ada.

Selain itu melakukan pemantauan dan perawatan berkala terhadap fasilitas kandang dan lingkungan sekitar.

Bimo mengatakan, Semarang Zoo akan terus berupaya melakukan langkah-langkah mitigasi berkelanjutan.

Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar hujan segera turun sehingga kondisi alam dan pasokan air kembali normal. (*)

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp