Uncategorized

Komentar Najwa Shihab di Film ‘Budi Pekerti’: Endingnya Halus dan Manis Banget

×

Komentar Najwa Shihab di Film ‘Budi Pekerti’: Endingnya Halus dan Manis Banget

Sebarkan artikel ini
Najwa Shihab
Najwa Shihab berikan komentar haru mengenai film berjudul Budi Pekerti (Instagram@najwashihab)

SEMARANG,beritajateng.tv – Film berjudul Budi Pekerti kini merupakan film drama Indonesia tahun 2023 yang berhasil menarik banyak perhatian. Film ini tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto pada 9 September 2023.

Sekilas memang judul terlihat sederhana, namun siapa sangka ternyata memiliki cerita yang begitu mendalam. Terbukti dari momen haru yang Prilly Latuconsina bagikan melalui akun instagramnya mengenai komentar dari Najwa Shihab setelah menonton film tersebut.

Prilly sebelumnya mengungkapkan banyak terima kasih kepada mbak Nana atas impresi yang telah ia sampaikan. Para tim produksi merasa terharu mendengar komentar yang penuh makna dari wartawan kondang tersebut.

Berikut ini komentar Najwa Shihab atau yang kerap kita sapa dengan sebutan mbak Nana mengenai film berjudul Budi Pekerti.

Baca Juga: Sinopsis Film Budi Pekerti, Usung Kisah Guru, Istri Sekaligus Ibu

“Terima kasih sudah membuat film ini. Ending yang menurutku halus dan manis banget. Menyentuh rasa, sederhana tapi dalem banget. Dan ada satu dialog, kebenaran itu tergantung siapa yang paling banyak bicara. Dan itu kena banget, sekarang itu kebenaran ditentukan oleh massa orang banyak” ucap mbak Nana.

Apresiasi dan dukungan dari seorang tokoh ternama seperti Najwa Shihab tentu akan sangat mendorong para tim untuk bersemangat. Selain itu juga dapat mendorong kemajuan film di Indonesia untuk terus berkembang menjadi lebih baik.

Bagi kamu yang belum tahu bagaimana sinopsis dari film tersebut, berikut ini akan kami bagikan.

Sinopsis Film Budi Pekerti

Film Budi Pekerti berlatar di Kota Yogyakarta saat masa pandemi Covid-19. Kisahnya mengikuti perjalanan Bu Prani, seorang guru Bimbingan Konseling (BK), yang diperankan dengan intens oleh Ine Febriyanti. Ketika Bu Prani secara tidak sengaja terlibat dalam sebuah insiden konflik dengan seorang pengunjung di pasar, momen tersebut direkam dan menyebar luas di platform media sosial.