SEMARANG, beritajateng.tv – Komisi D DPRD Jateng menjumpai massa driver ojek online (ojol) yang menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Selasa, 20 Mei 2025.
Sebelum menjumpai massa aksi, Komisi D DPRD Jateng menghadiri audiensi bersama perwakilan driver ojol.
Ketua Komisi D DPRD Jateng, Nur Saadah, mengungkap terdapat empat tuntutan yang ia terima dari driver ojol tersebut.
Di depan massa aksi, Nur Saadah menyatakan akan membawa tuntutan itu ke tingkat pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan DPR RI.
BACA JUGA: Aksi Damai, Driver Ojol Semarang Bawa Poster Minta Tolong KDM di Depan Kantor Ahmad Luthfi
Keempat tuntutan itu ialah kenaikan tarif roda dua, regulasi makanan dan barang pada ojek online, ketentuan tarif bersih ASK, hingga hadirnya UU Transportasi Online di Indonesia.
Saat turun aksi, Nur Saadah bersama anggota dewan lainnya pun mendapat tepuk tangan dan sorakan meriah saat pihaknya menyatakan bahwa DPRD Jawa Tengah selalu mendukung driver ojol.
“Kita sudah sepakat bahwa DPRD Jawa Tengah mendukung driver ojol. Kita meminta Pemprov untuk menyampaikan tuntutan panjenengan (anda) semua kepada Kemenhub agar segera memproses regulasi yang sesuai dengan apa yang panjenengan harapkan,” ungkap Nur Saadah kepada driver ojol.
Komisi D DPRD janjikan kawal revisi UU LLAJ agar sejahterakan driver di Jawa Tengah
Tak hanya itu, Nur Saadah juga mengaku akan menyampaikan usulan driver ojol terkait UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasalnya, kata dia, UU tersebut belum bisa menjadi payung hukum yang melindungi driver ojol.
“Kami punya wakil di DPR RI juga bertekad untuk menyampaikan usulan dan tuntutan panjenengan kepada wakil kami, revisi UU Transportasi, agar bisa memasukan hal-hal yang panjenengan harapkan,” ucapnya.
Ia berharap, revisi UU LLAJ itu segera DPR RI selesaikan agar bisa menyejahterakan driver ojol.
BACA JUGA: Viral Driver Ojol Semarang Dapat Order Fiktif Ratusan Ribu, Akun Pelaku Langsung Ternonaktifkan
“Kita merasa kehadiran ojol sangat membantu masyarakat. Ketika ibu-ibu mau melahirkan yang dicari pertama ojol, ketika orang di rumah lapar yang dicari pertama ojol, ketika kita ingin berkendara tapi kendala teknis, yang kita cari ojol,” paparnya.
Lebih lanjut, politisi PKB itu berjanji akan meneruskan hingga mengawal tuntutan itu sampai terwujud.
“Panjenengan kita doakan masuk surganya yang pertama, karena membantu memenuhi kebetuhan masyarakat yang sifatnya mendesak. Kini gilirannya kita mengusahakan agar apa yang panjenengan harapkan, empat tuntutan tadi kita teruskan dan kawal sampai berhasil,” pungkasnya.
Pendapatan driver anjlok setelah pandemi Covid-19
Terpisah, salah seorang perwakilan driver GrabBike, Thomas, mengeluhkan soal pendapatannya yang kian tahun semakin menurun.
Sebelum pandemi Covid-19, pendapatan bersihnya mencapai Rp200 ribu per hari. Namun, keadaan berbalik setelah Covid-19 melanda.
“Per hari ini dapat Rp100 ribu; mohon maaf, ngoyo (kerja keras) gak karuan, harus 24 jam. Kalau karyawan, buruh, ada jam kerja dari pagi sampai sore sudah selesai, kalau kita gak bisa. Gak karuan,” ucap Thomas. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





