Viral

Viral Driver Ojol Semarang Dapat Order Fiktif Ratusan Ribu, Akun Pelaku Langsung Dinonaktifkan

×

Viral Driver Ojol Semarang Dapat Order Fiktif Ratusan Ribu, Akun Pelaku Langsung Dinonaktifkan

Sebarkan artikel ini
Order Driver ojol
Ilustrasi driver ojek online. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang driver ojek online di Semarang mengalami kejadian tak mengenakkan usai harus menanggung rugi ratusan ribu akibat order makanan palsu.

Dalam video viral, sang driver tampak duduk lemas di pinggir jalan. Di sampingnya, puluhan bungkus makanan dari restoran cepat saji berjejer. Narasi video menyebut beberapa driver menerima order palsu dari gerai ternama seperti Starbucks dan McDonald’s.

“Pesenan fiktif terus berdatangan, keterlaluan tenan,” ujar perekam video tersebut yang memperlihatkan kondisi driver.

Farid Isnawan selaku Strategic Regional Head Gojek wilayah Jabar, Jateng, dan Yogyakarta menyampaikan keprihatinannya. Farid mengaku langsung melakukan langkah cepat usai menerima laporan tersebut.

BACA JUGA: SAR Semarang Bekali Komunitas Ojol Tunarungu Ilmu Pertolongan Pertama

“Kami langsung investigasi dan menonaktifkan akun pelaku,” kata Farid dalam keterangannya, Selasa, 13 Mei 2025.

Farid juga memastikan Gojek siap menanggung rugi penuh atas pesanan palsu yang menimpa para mitra. Langkah itu diambil agar driver tidak terkena beban ekonomi yang berat akibat ulah tak bertanggung jawab.

“Gojek bertanggung jawab penuh atas kerugian yang muncul,” tegasnya.

Peristiwa ini menyebar di media sosial, terutama akun Instagram @lambe_turah. Tiga video beredar luas, menampilkan tumpukan makanan dari berbagai gerai terkenal.

BACA JUGA: Mirip THR, Driver Ojol di Jateng Akan Dapat Bonus Hari Raya, Berikut Cara Hitungnya

Farid pun menekankan pentingnya edukasi dan pencegahan agar kejadian ini tidak terjadi kembali. Ia mengajak semua pihak menjaga keamanan dalam ekosistem aplikasi.

“Kami terus berupaya menjaga kenyamanan dan keamanan bersama,” ujarnya.

Farid turut mengingatkan masyarakat agar menolak pesanan mencurigakan. Jika merasa tidak memesan, warga tidak wajib menerima atau membayar barang tersebut.

“Laporkan lewat mitra driver, nanti diteruskan ke kami,” ucap Farid lagi. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp